Rabu, 08 April 2009

DJ Paul Oakenfold, Meriahkan Ajang Marlboro Magnifisound

Marlboro kembali menghadirkan DJ papan atas dunia,lewat event musik bertajuk "Marlboro Magnifisound". Acara musik yang menghadirkan Paul Oakenfold, DJ Papan atas dunia asal Inggris tersebut, dikemas secara outdoor, dan dihelat di Segarra Beach Club, Pantai Carnaval Ancol, Jakarta pada 03/04 kemarin.

Ajang musik yang dimulai pukul tujuh malam hingga dini hari tersebut, mampu mengundang antusias warga Jakarta. Terbukti, saat acara sedang berlangsung, ribuan penggemar electronic dance music, memadati Pantai Carnaval Ancol Jakarta.

Marlboro Magnifisound merupakan sebuah party yang sangat megah. Dengan didukung sound system dan juga tata panggung yang luar biasa, serta nama-nama besar DJ Indonesia dan DJ papan atas dunia pun ,tak pernah lepas dari ajang ini.

Tahun lalu, Marlboro Magnifisound telah menghadirkan nama-nama DJ dan Musisi besar dunia seperti Kyau & Albert, Tiefschwarz, Matthew Dekay, dan juga DJ nomor satu dunia yaitu Armin Van Buuren. Kali ini, Marlboro bekerja sama dengan Front Media selaku promotor, mencoba memuaskan para penggemar electronic dance music di Indonesia dalam kemasan dance party yang spektakuler ala Marlboro.

Veronica Risariyana, Brand Manager Marlboro, mengatakan,“Agenda tahunan ajang electronic dance music party berkelas internasional ini merupakan persembahan kami bagi para perokok dewasa setia Marlboro yang terus haus akan sebuah sajian musik yang eksklusif dan berbeda. Kali ini, seorang icon DJ papan atas dunia yang kami bawa adalah PAUL OAKENFOLD, seorang DJ/remixer ternama asal Inggris yang untuk pertama kalinya akan tampil di Indonesia".

“Pengalaman dan jam terbangnya di dunia electronic dance music internasional serta sederet discography-nya dengan banyak musisi internasional seperti Madonna, Snoop Dog, Paul Van Dyke, dan masih banyak lagi merupakan alasan utama kami untuk menghadirkan Paul Oakenfold di Marlboro Magnifisound 2009 kali ini. Selain itu kehadiran DJ-DJ ternama dari dalam negeri juga akan meramaikan suasana malam Marlboro Magnifisound di Segarra nanti. Kami berharap, event Marlboro Magnifisound 2009 ini dapat memberikan suatu world’s class music experience yang tidak bisa di dapatkan di event-event lain. An experience that only Marlboro can do. Hal ini akan menjadi kunci kesuksesan acara kami,” imbuhnya.

Selain Paul Oakenfold, akan tampil juga beberapa DJ yang memiliki pengalaman tampil di ajang yang sama seperti Deny (Clubhoppers), Bone & LTN (Spinach), Pierre Fiesta (Filterfunk), James Sullivan (Front Media), MC P Double (Soulmenace) dan VJ Mocco (Sound Syndicated). (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Dok. Marlboro)





Jumat, 20 Maret 2009

Pameran Urban Toys, di TP Surabaya

Pameran Urban Toys yang digelar Globalappleworks sebagai event organizer, bekerjasama dengan My Mummy Toys (Bandung) Sebuah perusahaan mainan berbasis di Indoensia, mendapat respon cukup besar dari masyarakat Surabaya.

Dengan mengangkat tema Trexi Custom Toys and Exhibiton "Follow Your Plastic", masyarakat Surabaya dibuat takjub dengan design art yang dibuat oleh tangan-tangan kreatif para desainer Indonesia, khususnya Surabaya.

Bertempat di Koridor Tunjungan Plaza III, Lower Ground Jl. Basuki Rachmat no. 8-12 Surabaya, Pameran ini mulai dibuka pada 20-22 Maret mendatang."Digelarnya acara ini, bertujuan untuk memperkenalkan Urban Toys kepada masyarakat", ujar Gultom, Public Relation Pameran Urban Toys pada Surabayamuda.com.

Karya yang di pamerkan sebanyak 27 figur. Dari 27 peserta pameran, 5 diantaranya, artist hebat asal Surabaya yaitu, Iqi Qoror, Erik Mardon, Sig Be, Iko, dan Daud. Lewat tangan-tangan ajaib mereka, masyarakat Surabaya dibuat kagum akan sisi art toys, yang terbuat dari plastik tersebut.

Terbukti, setiap pengunjung yang melintas di area pameran, selalu berhenti sejenak, guna melihat dengan jelas, mainan buatan desainer-desainer berbakat Indonesia. Tak hanya itu saja, mereka tak ragu-ragu untuk mengabadikan moment tersebut, dengan Kamera yang ada di Hp pribadi mereka. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Sultan HW.)

Kamis, 19 Maret 2009

Diskusi Public, Sedot Ratusan Audience

Diskusi public yang digelar oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa - AWS), sukses menarik perhatian masyarakat umum, mahasiswa, dan media massa pada, 13/03.

Betapa tidak, dengan mengusung tema "Dari Jurnalis Ke Pentas Politik", diskusi tersebut mampu menyedot ratusan audience.

Dalam acara ini, Wakil Walikota Arif Afandi dan Saleh Ismail Mukadar dari Caleg PDIP bertindak sebagai pembicara, sehingga diskusi tersebut menjadi menarik untuk dikonsumsi public. Kedua narasumber tersebut, pernah berprofesi sebagai jurnalis, dan kini merambah ke dunia politik.

Selain itu, hadir pula Bekti Nugroho dari Dewan PERS, serta Pakar politik, Ari Bowo. Tidak ketinggalan, bertindak sebagai moderator, Hendro D Laksono, alumni Stikosa - AWS yang juga memeriahkan diskusi tersebut.

Tak heran, ketika musim pemilu tiba, masyarakat dengan berbagai profesi, tak terkecuali jurnalis, merambah dunia politik. "Pada dasarnya, jurnalis dalam melakukan rutinitasnya juga menyangkut aspek politik, sehingga wartawan punya akses lebih, untuk menuju pentas politik", ungkap Arif afandi, pada Surabayamuda.com

Tidak jauh beda dengan Arif Afandi, Saleh Mukadar juga berkata, "persoalan idealisme di dalam melakukan pekerjaan kita, menjadi salah satu point untuk memperluas jaringan, karena dengan bekal itu, akan mempermudah akses menuju pentas politik".

Dengan adanya diskusi public bertajuk "Dari Jurnalis Ke Pentas Politik" ini,diharapkan dapat menjawab kegelisahan masyarakat tentang fenomena politik yang sedang terjadi saat ini. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Herman Dewantoro.)

Rabu, 11 Maret 2009

Printer Braille, Impian yang Jadi Kenyataan.

Komunitas Mata Hati (KMH), kembali unjuk gigi. Setelah sukses dengan launching Album betajuk "Indonesiaku", di salah satu stasiun radio swasta, Komunitas yang beranggotakan para tuna netra ini, kembali menggelar acara bertajuk "Launching Printer Braille", pada 11/03.

Bertempat di Ruang Adisukadana Fisip UNAIR Surabaya, KMH tengah membuktikan kepada khalayak, bahwa cacat fisik tidak menjadi kendala untuk meraih prestasi. "Asal kita mau berusaha, pasti Tuhan akan memberi jalan", kata Dani, selaku Vocal Point KMH.

Suksesnya acara tersebut, tidak lepas dari wujud kepedulian salah satu Operator seluler terbesar di Indonesia, yaitu TELKOMSEL. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Surabaya, Arif Afandi. Tidak ketinggalan, beberapa element mahasiswa Fisip UNAIR, LSM, serta para Komunitas Blogger pun, juga turut antusias dengan acara yang digelar oleh KMH.

Di tengah acara tersebut, KMH mencoba mencairkan suasana dengan menyanyikan beberapa lagu, tentunya dengan aransemen khas Komunitas yang pernah menyandang predikat artist nasional pada acara Festival Jazz Jogja (Ngayogjazz).

"Saya sangat bersyukur, karena impian saya, kami, dan semua teman-teman yang lain bisa terwujud. Dengan adanya printer braille ini, sangat membantu kami, para kaum tuna netra", ucap Dani, dengan raut wajah gembira.

Di akhir acara, Dani sempat memeragakan cara pemakain printer braille tersebut. Cara pengoprasian printer yang di datangkan langsung dari USA ini, tak jauh beda dengan printer pada umumnya. Yang membedakan hanya kertas dan hasil dari proses pengeprinan, berupa huruf braille.

Untuk kedepannya, Dani menuturkan, mereka akan berusaha melakukan pengadaan kertas untuk printer tersebut, karena kertas yang dipakai untuk printer braille, beda dengan yang dipakai oleh printer pada umumnya.

"Untungnya, kertas untuk printer braille ini dapat ditemukan di Indonesia. Akan tetapi, kami harus membeli langsung dari Jakarta", Jelas Dani pada sejumlah wartawan. "Bukan berarti di Surabaya tidak ada, hanya masih jarang ditemukan di toko-toko. Sedangkan di Jakarta, kertas tersebut bisa kita cari di beberapa toko yang banyak menyediakan perlengkapan IT/Komputer", imbuhnya. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Sultan HW.)

Jumat, 06 Maret 2009

Dari Friendster Menuju Facebook

Di era Globalisasi, Internet merupakan salah satu sarana yang dapat menunjang segala kebutuhan pekerjaan kita. Mulai dari browsing, searching artikel, hingga situs pertemanan di dunia maya pun tersedia.

Sobat muda pasti sudah mengenal, bahkan menjadi member di salah satu situs pertemanan yang ada di internet. Ya, friendster adalah salah satu dari sekian banyak situs pertemanan yang sangat digandrungi oleh masyarakat di seluruh dunia.

Di dalam frienster, kita dapat menjalin pertemanan dengan semua orang yang ada di seluruh dunia. Selain itu, template (tampilan) friendster, yang sangat variatif juga menjadi, salah satu nilai lebih, mengapa Friendster tersebut menjadi salah satu situs pertemanan paling digemari oleh masyarakat di seluruh dunia.

Terlepas dari friendster, dunia internet dikejutkan dengan fenomena situs pertemanan yang bernama facebook. Facebook, diluncurkan pertama kali pada 04/02/2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard.

Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun, meminta untuk dimasukkan dalam jaringan facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.

Pada September 2005, facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa. Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.

Tidak ada situs jaringan sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya. Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook.

Yusa, salah satu pengguna facebook mengatakan bahwa, "facebook memang salah satu situs pertemanan terhebat saat ini. Karena lewat situs jaringan sosial ini, saya bisa bertemu dengan kawan-kawan lama".

"Selain itu, facebook memang benar-benar privat, dan sangat cocok bagi sobat muda yang mempunyai usaha pribadi. Karena di dalam facebook, kita bisa menampilkan atau mempromosikan produck atau jasa yang kita punya kepada sesama pengguna situs tersebut." tegas Pria yang saat ini menempuh study S1 di Perguruan Tinggi Swasta Surabaya.

Memang masing-masing situs pertemanan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pada Friendster misalnya. Template pada friendster tersebut, bisa di ubah sesuai keinginan para penggunanya. Akan tetapi, pada friendster tidak dilengkapi dengan fasilitas chatting dengan sesama pengguna situs tersebut.

Lain halnya dengan facebook. Pada situs jaringan sosial ini, dilengkapi dengan fasilitas chatting antar pengguna situs. Tetapi, untuk template, facebook memilih tampilan yang cukup sederhana dibanding situs pertemanan yang lain. Di samping itu, facebook juga dilengkapi dengan berbagai menu game online, yang tentunya juga menjadi salah satu daya tarik para user.

Dengan adanya facebook, banyak element masyarakat yang merasa di untungkan, dan fenomena ini bisa jadi, menambah maraknya situs jaringan sosial yang ada di dalam dunia internet. (Naskah / Grafis : Krisna Fajar P.)

Selasa, 03 Maret 2009

Geliat Jalur Darat Surabaya, dalam Lensa

Setelah sukses dengan Pameran HIT (Himmarfi Intermediate Training), yang digelar di salah satu Mall Surabaya, Himmarfi (Himpunan Mahasiswa Penggemar Fotografi) Stikosa AWS, kembali membukikan eksistensinya, lewat Pameran perdana Angkatan Terbaru, yaitu Angkatan Se-HATI.

Dengan mengusung Tema Lalu Lintas "Geliat Jalur Darat Surabaya", anggota baru Himmarfi tersebut, ingin menyadarkan masyarakat, khususnya warga Surabaya, akan pentingnya taat berlalu lintas melalui karya seni Fotografi.

Pameran perdana ini, digelar di Pendopo Kampus Stikosa AWS. Dengan menampilkan 28 karya, pameran yang merupakan ritual wajib bagi Anggota baru Himmarfi, setelah mengikuti serangkaian HBT (Himmarfi Basic Training) tersebut, dibuka mulai tanggal, 02/03 hingga 07/03 mendatang.

Himmarfi Angkatan Se-HATI diperkuat oleh 14 orang yaitu, Irvan, Yudi, Darwis, Tyas, Farid, Aksan, Ganda, Frannoto, Anton, Vadim, Rangga, Analia, Riqvan, dan Ari. "Foto-foto yang kita pamerkan, adalah proses kita selama lebih kurang satu bulan, dan setelah itu, kita diskusikan dengan senior kita di Himmarfi, untuk menyeleksi karya-karya yang layak untuk dipamerkan", pungkas Irvan, selaku Ketua Pelaksana Pameran. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Krisna Fajar P.)

Rabu, 25 Februari 2009

Freestylers Raider Bajaj, Unjuk Gigi

Bicara Soal Freestyle, Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi yang kaya akan Freestylers handal. Olahraga yang lagi digemari kebanyakan anak muda ini, merupakan pemandangan yang cukup ekstrim dan dapat mengundang decak kagum siapa pun yang melihatnya.

U
ntuk melakukan Olahraga ekstrim ini, dibutuhkan keahlian khusus. Motor yang digunakan untuk olahraga yang dapat memacu adrenalin ini pun, juga tidak sembarangan. Biasanya, para Freestylers, menggunakan motor bebek. Tetapi jangan salah, dalam acara lomba balap sepeda Bupati Sidoarjo Cup 2009 kemarin, para penonton dan pembalap sepeda dihibur dengan pertunjukan Freestyle Bajaj Pulsar 180 cc dan 200 cc.

Pada acara tersebut, Para Freestylers Raider Bajaj menyuguhkan atraksi yang sangat memukau. Betapa tidak, Dengan motor yang mempunyai berat bersih hampir 200kg tersebut, mereka berlenggak-lengkok bak berdansa dengan seorang wanita.

Dalam melakukan atra
ksi yang fenomenal ini, Para Freestylers Raider Bajaj tetap mengutamakan keselamatan jiwa, dengan memakai Helm standart, dan sepatu khusus. Memang, memakai helm standart dan sepatu khusus, tidak menjamin keselamatan para Raider, dalam melakukan aksinya. Tetapi dengan memakai perlengkapan tersbut, paling tidak apabila terjadi kecelakaan yang tak terduga, luka yang didapat pun, tidak separah para Freestylers yang tidak mengenakan perlengkapan tersebut.

Terik Matahari yang menyengat kulit, tak membuat para penonton beralih dari tempat berpijaknya. Atraksi dari Freestyler Raider Bajaj tersebut, menjadi alasan utama mereka untuk tetap setia menonton Olahraga yang membutuhkan keberanian ini hingga seluruh varian acara berakhir. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Bambang Tri Nugroho.)