Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2010

Bermain Perahu Kano di Stikosa AWS

Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Massa – Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) kembali memberikan suguhan fasilitas unik nan menarik. Senin (18/10) para mahasiswa yang tergabung dalam UKM Pencinta Alam PRAPALA Stikosa AWS, menunjukkan kepiawaiaannya dalam mengoprasikan perahu kano, perahu kano berukuran 2,5 Meter tersebut digunakan untuk mengarungi Danau yang berada tepat di depan Stikosa AWS. Aksi tersebut mendapat animo yang cukup besar dari para mahasiswa.
Suasana siang yang sejuk dibalut dengan awan mendung seolah menjadi komposisi pemandangan yang menyejukkan mata. Meskipun banyak tanaman teratai yang memenuhi lokasi dimana para mahasiswa pencinta alam tersebut memainkan perahu kano, tetapi tak menyulutkan sedikitpun semangat para mahasiswa pencinta alam ini untuk tetap memainkan perahu kanonya.

Selasa, 17 Agustus 2010

Semangat 45 bersama Komunitas Cafe Dahlia

Untuk peringati Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 65, Komunitas Cafe Dahlia yang terdiri dari gabungan element masyarakat, dan mahasiswa Stikosa AWS menghelat Upacara Yang digelar di sepanjang Jalan Nginden Intan Timur Surabaya.

Upacara yang digelar oleh masyarakat yang menamakan dirinya komunitas cafe dahlia tersebut, bisa dibilang merupakan upacara yang paling pertama, karena digelar tepat pada 17/08 tepat pukul 12.00 malam.

Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai Pembina upacara adalah Suyono Pastra, Pemimpin upacara Syarif Wajabae, Pembaca UUD 45 Dedik Yudi Raharjo, Pembaca Doa Cak Rofiq, MC Protokol Dony Maulana, pengibar bendera merah putih Ardianto, Helmy, dan Aris Ucup, serta pembaca teks proklamasi adalah Reza Nurmansyah.

Menurut Suyono Pastra selaku Pembina Upacara, ''Upacara yang dilaksanakan oleh komunitas dahlia cafe ini sudah dilgelar sejak tahun 2005 silam''. Suyono juga menambahkan bahwa, ''Selama ini, upacara yang digelar oleh komunitas cafe dahla pada tiap tahunnya selalu malam hari dan tepatnya pukul 12.00 malam, karena apabila upacara dilaksanakan pagi atau siang hari kemungkinan peserta upacara akan sedikit, mengingat bertepatan dengan bulan puasa. Selain itu pada dasarnya kita-kita ini terbentuk berawal dari sebatas cangkruk'an.'' paparnya.

Sejatinya masyarakat dahlia cafe mempunyai rutinitas dan kesibukan yang bermacam-macam. Di samping itu, momentum kemerdekaan Indonesia yang ke 65 ini juga bertepatan dengan bulan Ramadhan. Kebetulan juga warga cafe dahlia banyak berkumpul saat malam hari.

Upacara ini dilakukan dengan proses yang sederhana, mulai dari tiang bendera yang hanya dibuat dari bambu yang ala kadarnya, lokasi upacara yang bertempat di sepanjang jalan raya, serta petugas upacara yang terbentuk secara spontanitas dan sukarela.

Tak jarang sebelum Upacara dimulai, tepatnya pukul 10.00, seluruh warga dahlia cafe tengah melakukan persiapan. Menginjak pukul 11.45, pembina upacara menginstruksikan untuk gladi resik. Saat gladi resik, tampak wajah grogi dari setiap petugas upacara yang saat itu mengajukan diri menjadi petugas relawan upacara secara spontanitas.

Setelah waktu menunjukkan pukul 12.00 tepat, upacara yang sesungguhnya pun segera dimulai. Canda tawa saat gladi resik seketika berubah menjadi sunyi. Lantunan lagu Indonsesia Raya yang dinyanyikan oleh semua peserta upacara saat mengiringi sangsaka merah putih pun, seolah menjadi bukti bahwa masyarakat yang tergabung karena cangkruk'an ini juga memiliki rasa nasionalis yang tinggi terhadap bangsa Indonesia.

Melihat rasa nasionalis yang sangat tinggi dari gabungan element masyarakat ini, turut mengundang respon dari para jurnalist baik dari media cetak maupun elektronik untuk mengabadikan moment yang cukup jarang ditemui ini.

Hartono salah satu peserta upacara tersebut mengungkapkan bahwa keikutsertaannya pada acara upacara guna memperingati kemerdekaan RI yang ke 65 ini, tak lain untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam perang saat mempertahankan kemerdekaan RI.

''Apa yang kita lakukan saat ini, memang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengorbanan para pahlawan yang gugur dalam medan saat membela negara. Tetapi, dengan mengikuti upacara ini, saya pribadi dan mungkin rekan-rekan lain yang mengikuti upacara ini akan selalu mengingat jasa para pahlawan dan tentunya juga menumbuhkan semangat juang mereka pada dirinya masing-masing''. Pungkas pria yang akrab di sapa Kang Har tersebut pada tim liputan Krisnahome.co.cc.

Setelah upacara berakhir dengan komando dari pemimpin upacara, acara dilanjutkan dengan membakar jagung dan ikan sembari menunggu waktu sahur tiba. (Naskah/Foto: Krisna Fajar P)

Jumat, 06 Agustus 2010

Pacu Adrenalin di U Mild National Freestyle Competition

Kota Surabaya bakal dibanjiri para jawara freestyle dari seluruh Indonesia. Pasalnya, ratusan penggemar olahraga akrobatik di atas motor ini akan berduyun-duyun datang ke kompetisi freestyle terbesar setanah air U Mild National Freestyle Competition dalam gelaran akbar U Mild U Bikers Festrack 2010 di Lanud Juanda lama, (7-8 / 8).

Kompetisi freestyle bergengsi ini memang yang paling ditunggu oleh kalangan bikers mengingat hadiahnya yang cukup besar senilai total Rp70 juta. Tak sekedar kompetisi, U Mild juga memfasilitasi para freestyler tanah air untuk membuat Jambore Freestyle Nasional yang akan dihadiri oleh freestyle internasional asal USA Aaron Twite sebagai tamu kehormatan. Aaron akan melakukan meet and greet serta coaching clinic dengan para fansnya. Prestasi Aaron Twite adalah empat kali meraih Best Trick Winner di berbagai Stuntwars Competition di USA, salah satunya salto di atas motor.

Saat ditemui tim liputan Surabayamuda.com pada Press Conference yang digelar di Sidney Room Mercure Hotel Surabaya, Aaron mengatakan bahwa, “Untuk menjadi freestyle yang handal, kita harus melawan rasa takut yang berlebihan saat melakukan aksi freestyle di atas motor”. “Untuk itu, untuk mengurangi resiko cidera saat melakukan aksi freestyle, harus menggunakan aksesoris lengkap (Safety Riding) saat berkendara,” Tambahnya.

Ahmad Nasyiruddin, Brand Manager U Mild mengatakan konsep U Mild National Freestyle Competition kali ini mengikuti konsep U Mild U Bikers Festrack 2010 yang ingin menghadirkan pilihan pengalaman yang lebih unik, lebih meriah serta melibatkan bikers dalam setiap aktivitas eventnya. “Kami ingin mempersembahkan kepada para bikers sebuah festival bikers yang lebih segar dan menghibur serta mengekspresikan semangat persaudaraan bikers,” kata Nasyir.

Karena itulah, konsep U Mild National Freestyle Competition pun berubah menjadi lebih segar, tidak lagi kaku dan membosankan, namun tetap menghadirkan adrenalin yang tinggi. Sejumlah aksi yang mendebarkan seperti wheelie, endo, burn-out, surfing, sky, rodeo, cross line, touch down dan yang sejenisnya akan tetap hadir lebih ekstrem dengan gaya bebas. Namun tetap segar dan menarik karena dibungkus dengan eksibisi entertaintment dan iringan musik. “Jadi seperti layaknya renang indah, ada sinkronisasi antara teknik, akrobatik dan keserasian gerakan kelompok,” jelasnya. Kompetisi beregu tersebut terdapat dalam kelas Tandem, dimana berisi maksimal 4 motor, dan 6 orang. Kelas lainnya yang baru juga adalah kelas Special Skill dimana di dalamnya akan dibagi lagi menjadi kelas Longest Stoppie, Wheelie Circle, dan Freaks Tricks.

Total ada 7 kelas kompetisi yang akan diperebutkan para jawara freestyle tersebut antara lain Single Beginner (Matic , 110-150cc, Sport), Single Professional (Matic, 110-150cc, Sport), Beregu (Matic, 110-150cc, Sport), Best Class (Matic, 110-150cc, Sport), Best of the Best, Special Skill, dan Tandem.

Ketua Indonesia Freestyle Association (IFA), Eduard Royke Laluw menambahkan, antusiasme para freestyler dari berbagai daerah sangat besar untuk mengikuti U Mild National Freestyle Competition. “Hingga saat ini sudah 51 freestyler dari luar Jawa seperti Sumatera, Makassar, Manado, Banjarmasin, dan Balikpapan yang sudah konfirmasi akan hadir, belum lagi ditambah freestyler Jawa yang jumlahnya ratusan,” tukas Royke. Yang lebih menarik lagi, diantara mereka ada jawara freestyler wanita dari Makassar, Stella yang akan beraksi di kelas Single Beginner.

Namun yang masih teratas saat ini adalah Wawan Tembong. Lajang kelahiran Solo tahun 1988 ini merupakan freestyler andalan tanah air yang mahir memainkan semua jenis motor. Mulai dari matic, bebek hingga motorsport. Maka tak heran jika Wawan berhasil mempertahankan gelar Best of the Best Freestyle U Mild Freestyle Competition selama tiga kali berturut-turut. Bagi Wawan, menggeluti dunia freestyle dapat memberikan kepuasan tersendiri. Terutama saat melakukan aksi ekstrim di hadapan ribuan orang yang menontonnya. ”Ada rasa puas ketika kita berhasil melakukan aksi ekstrim di hadapan para penonton,” katanya. Meski sering terjatuh dan cedera, namun Wawan mengaku tidak pernah kapok menjalani hobi freestyle motor ini. Bahkan ia mempunyai obsesi untuk menciptakan gaya dan trik baru freestyle nasional, bahkan untuk tingkat dunia. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P.)

Rabu, 11 Maret 2009

Printer Braille, Impian yang Jadi Kenyataan.

Komunitas Mata Hati (KMH), kembali unjuk gigi. Setelah sukses dengan launching Album betajuk "Indonesiaku", di salah satu stasiun radio swasta, Komunitas yang beranggotakan para tuna netra ini, kembali menggelar acara bertajuk "Launching Printer Braille", pada 11/03.

Bertempat di Ruang Adisukadana Fisip UNAIR Surabaya, KMH tengah membuktikan kepada khalayak, bahwa cacat fisik tidak menjadi kendala untuk meraih prestasi. "Asal kita mau berusaha, pasti Tuhan akan memberi jalan", kata Dani, selaku Vocal Point KMH.

Suksesnya acara tersebut, tidak lepas dari wujud kepedulian salah satu Operator seluler terbesar di Indonesia, yaitu TELKOMSEL. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Surabaya, Arif Afandi. Tidak ketinggalan, beberapa element mahasiswa Fisip UNAIR, LSM, serta para Komunitas Blogger pun, juga turut antusias dengan acara yang digelar oleh KMH.

Di tengah acara tersebut, KMH mencoba mencairkan suasana dengan menyanyikan beberapa lagu, tentunya dengan aransemen khas Komunitas yang pernah menyandang predikat artist nasional pada acara Festival Jazz Jogja (Ngayogjazz).

"Saya sangat bersyukur, karena impian saya, kami, dan semua teman-teman yang lain bisa terwujud. Dengan adanya printer braille ini, sangat membantu kami, para kaum tuna netra", ucap Dani, dengan raut wajah gembira.

Di akhir acara, Dani sempat memeragakan cara pemakain printer braille tersebut. Cara pengoprasian printer yang di datangkan langsung dari USA ini, tak jauh beda dengan printer pada umumnya. Yang membedakan hanya kertas dan hasil dari proses pengeprinan, berupa huruf braille.

Untuk kedepannya, Dani menuturkan, mereka akan berusaha melakukan pengadaan kertas untuk printer tersebut, karena kertas yang dipakai untuk printer braille, beda dengan yang dipakai oleh printer pada umumnya.

"Untungnya, kertas untuk printer braille ini dapat ditemukan di Indonesia. Akan tetapi, kami harus membeli langsung dari Jakarta", Jelas Dani pada sejumlah wartawan. "Bukan berarti di Surabaya tidak ada, hanya masih jarang ditemukan di toko-toko. Sedangkan di Jakarta, kertas tersebut bisa kita cari di beberapa toko yang banyak menyediakan perlengkapan IT/Komputer", imbuhnya. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Sultan HW.)

Selasa, 03 Maret 2009

Geliat Jalur Darat Surabaya, dalam Lensa

Setelah sukses dengan Pameran HIT (Himmarfi Intermediate Training), yang digelar di salah satu Mall Surabaya, Himmarfi (Himpunan Mahasiswa Penggemar Fotografi) Stikosa AWS, kembali membukikan eksistensinya, lewat Pameran perdana Angkatan Terbaru, yaitu Angkatan Se-HATI.

Dengan mengusung Tema Lalu Lintas "Geliat Jalur Darat Surabaya", anggota baru Himmarfi tersebut, ingin menyadarkan masyarakat, khususnya warga Surabaya, akan pentingnya taat berlalu lintas melalui karya seni Fotografi.

Pameran perdana ini, digelar di Pendopo Kampus Stikosa AWS. Dengan menampilkan 28 karya, pameran yang merupakan ritual wajib bagi Anggota baru Himmarfi, setelah mengikuti serangkaian HBT (Himmarfi Basic Training) tersebut, dibuka mulai tanggal, 02/03 hingga 07/03 mendatang.

Himmarfi Angkatan Se-HATI diperkuat oleh 14 orang yaitu, Irvan, Yudi, Darwis, Tyas, Farid, Aksan, Ganda, Frannoto, Anton, Vadim, Rangga, Analia, Riqvan, dan Ari. "Foto-foto yang kita pamerkan, adalah proses kita selama lebih kurang satu bulan, dan setelah itu, kita diskusikan dengan senior kita di Himmarfi, untuk menyeleksi karya-karya yang layak untuk dipamerkan", pungkas Irvan, selaku Ketua Pelaksana Pameran. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Krisna Fajar P.)

Rabu, 25 Februari 2009

Freestylers Raider Bajaj, Unjuk Gigi

Bicara Soal Freestyle, Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi yang kaya akan Freestylers handal. Olahraga yang lagi digemari kebanyakan anak muda ini, merupakan pemandangan yang cukup ekstrim dan dapat mengundang decak kagum siapa pun yang melihatnya.

U
ntuk melakukan Olahraga ekstrim ini, dibutuhkan keahlian khusus. Motor yang digunakan untuk olahraga yang dapat memacu adrenalin ini pun, juga tidak sembarangan. Biasanya, para Freestylers, menggunakan motor bebek. Tetapi jangan salah, dalam acara lomba balap sepeda Bupati Sidoarjo Cup 2009 kemarin, para penonton dan pembalap sepeda dihibur dengan pertunjukan Freestyle Bajaj Pulsar 180 cc dan 200 cc.

Pada acara tersebut, Para Freestylers Raider Bajaj menyuguhkan atraksi yang sangat memukau. Betapa tidak, Dengan motor yang mempunyai berat bersih hampir 200kg tersebut, mereka berlenggak-lengkok bak berdansa dengan seorang wanita.

Dalam melakukan atra
ksi yang fenomenal ini, Para Freestylers Raider Bajaj tetap mengutamakan keselamatan jiwa, dengan memakai Helm standart, dan sepatu khusus. Memang, memakai helm standart dan sepatu khusus, tidak menjamin keselamatan para Raider, dalam melakukan aksinya. Tetapi dengan memakai perlengkapan tersbut, paling tidak apabila terjadi kecelakaan yang tak terduga, luka yang didapat pun, tidak separah para Freestylers yang tidak mengenakan perlengkapan tersebut.

Terik Matahari yang menyengat kulit, tak membuat para penonton beralih dari tempat berpijaknya. Atraksi dari Freestyler Raider Bajaj tersebut, menjadi alasan utama mereka untuk tetap setia menonton Olahraga yang membutuhkan keberanian ini hingga seluruh varian acara berakhir. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Bambang Tri Nugroho.)

Rabu, 07 Januari 2009

KMH, Menyentuh Hati.

Cacat Fisik tidak membuat anggota komunitas yang menamakan dirinya KMH (Komunitas Mata Hati) putus asa. Berkarya dengan basic musik dan talenta dalam hal seni suara, serta peduli terhadap sesamanya, menjadikan KMH mempunyai ciri khas, dibandingkan dengan komunitas lain.

Sebagai wujud kepedulian KMH terhadap sesama Tuna Netra, untuk kedepannya, mereka akan
mengupayakan pengadaan Printer Braille yang tengah dipesan indent dari Amerika Serikat. Printer Braille yang akan didatangkan langsung dari negeri Paman Sam tersebut dipesan dengan harga 69 juta rupiah. Untuk mewujudkan Impian KMH, Salah satu Operator Seluler Terbesar di Indonesia, yaitu TELKOMSEL, ikut andil dengan memberikan bantuan dana sebesar 70 juta Rupiah.

KMH digawahi oleh, Pit yang hobi desain IT, Danny yang memetik gitar, David yang Guru Musik, Wiwin yang Pengamen Stasiun, Anggie dengan Pidato Bahasa Jepangnya, Kie dengan Keyboard dan Lagu Mandarinnya, Eka + Renny yang Relawan Sosial, Om Gan yang Memulung Sampah, dan Om Ruddy dari komunitas Jazz.

Menurut Dani, Salah Satu personil KMH, "Mengapa kami memilih mata hati sebagai nama komunitas kami, karena mayoritas dari anggota komunitas kami memang benar-benar melihat tidak menggunakan mata pada panca indera, melainkan dengan mata hati". "Pada intinya, KMH ingin menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat, lewat musik dan lagu, agar kita lebih peduli dengan sesama," Tegas mahasiswa semester 9 di Universitas Negeri Surabaya tersebut, pada krisnahome.blogspot.com.

Beberapa eksistensi yang diperlihatkan oleh KMH cukup istimewa, pasalnya pada acara Festival Jazz Jogja (Ngayogjazz), KMH mendapat predikat artist Nasional sejajar dengan artist-artist jazz papan atas seperti Sarasehan, Tri Utami dll.

Basecamp KMH bertempat di JL. Rungkut Asri Utara Gang II no. 09 Surabaya. Pada tanggal 10 januari besok, tepatnya di radio Suara Surabaya, KMH akan Launching Live, untuk memperkenalkan Komunitas Mata Hati kepada masyarakat. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Dok. KMH.)

Senin, 08 Desember 2008

Ludruk Irama Budaya, Sepi Dari Kalangan Muda

Sobat muda mungkin masih merasa asing dengan kesenian masyarakat jawa yang bernama ludruk. Drama classic yang notabene merupakan kesenian jawa paling digemari pada masanya adalah, salah satu kesenian jawa tulen yang masih bertahan di tengah globalisasi budaya barat yang masuk ke Indonesia..

Di Surabaya khususnya masyarakat jawa, sedikitnya masih banyak yang menggandrungi ludruk. Salah satunya adalah Ludruk Irama Budaya yang berada di kawasan Jagir Wonokromo.

Meskipun tidak seramai sobat muda saat menonton bioskop, tetapi para pencinta ludruk yang konsisten dengan salah satu kesenian jawa ini terlihat larut akan skenario drama yang sedang dimainkan oleh para pemain ludruk.

Dengan hanya bermodal make up yang ala kadarnya, para pemain ludruk Irama Budaya mampu menghibur penggemar setianya. Mayoritas penggemar ludruk itu sendiri pun berasal dari kalangan usia lanjut.

Meskipun banyak bebagai budaya asing yang masuk ke Indonesia, kita sebagai pemuda Indonesia, wajib untuk tetap menjaga eksistensi budaya-budaya Indonesia agar tidak sedikitpun terkontaminasi oleh budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Wahyu Triatmojo.)