Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 September 2010

Jasa Pelukis Jalanan di Area Apotik Simpang

Bagi masyarakat pada umumnya, untuk mengabadikan wajah seseorang, biasanya menggunakan media kamera. Akan tetapi ada cara lain untuk mengabadikan wajah seseorang dengan menggunakan mediasi kertas serta goresan pensil dengan sedikit sentuhan sense of art oleh sang pelukis.

Apabila sobat muda melintas di Jl. Gubernur Suryo tepatnya di persimpangan Apotik Simpang tersebut, sobat muda akan melihat para seniman karikatur jalanan yang membuka jasa melukis portrait wajah. Di area tersebut saat ini dapat dijumpai sedikitnya lima seniman yang mengais rezeki dengan melukis portrait wajah.

Rabu, 05 Mei 2010

Gapai Kesuksesan dengan Menyeimbangkan Dunia dan Akhirat

Di dalam dunia usaha, wajib hukumnya untuk menyeimbangkan dua unsur antara dunia dan akhirat. Bekerja dengan jujur, rutin menunaikan ibadah shalat dhuha, dan gemar bersedekah, insyaallah pintu kesuksesan akan terbuka.

Untuk menjadi seorang entrepreneur sukses, banyak cara yang bisa dilakukan. Seperti halnya Ir. H. Erie Setyahadi. Pria yang dikarunia dua orang putra dan putri ini, mempunyai semangat dan jiwa militansi yang sangat tinggi. Meskipun saat umur 4 tahun Erie sudah ditinggal sang Ayah dan menjadi anak yatim, tetapi semua itu tidak menyulutkan semangat pria berkacamata ini untuk membuka peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Terbukti, pada tahun 2000 lalu, Erie sukses mendirikan usaha percetakan dan desain grafis yang diberi nama Salsabila. Nama Salsabila dikutip dari nama anak sulungnya yang saat itu lahir pada tahun 2000 juga yaitu, Salsabila Carissa Rianchika.

Saat Erie duduk di bangku SMA, tepatnya pada tahun 1981, ia bersama kakaknya mulai merintis usaha dibidang konveksi. Hasil produksi kaos yang notabene menjadi awal mula dan inspirasi Erie tersebut, juga dibawa dan dipasarkan ke sekolahnya.

Setelah sukses dengan usaha tersebut, pada tahun 2000, Erie membuka usaha dibidang percetakan dan desain grafis meliputi, kartu nama, kop surat, faktur, undangan, memo, banner, ID card, kalender, brosur, stiker, umbul-umbul, aneka macam souvenir, tabloid, majalah, dll.

“Usaha percetakan dan desain grafis yang saya buka pada tahun 2000 itu, bisa dikatakan hanya menggunakan modal niat. Dengan budged yang sangat minim, saya memberanikan diri untuk membuka usaha percetakan.”, ungkap Erie pada tim liputan Krisnahome.co.cc.

Pria yang lahir pada 1979 silam ini menambahkan bahwa, “dalam membuka usaha, modal bukanlah hal yang utama, tetapi lebih pada kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita. Karena menurutnya, kepercayaan merupakan langkah awal untuk mencapai kesuksesan.

Kesuksesan Suami dari Hj. Kustiani ini, tak luput dari restu dan doa Ibundanya. Melalui Kekhusyukkan doa yang dipanjatkan Ibunya kepada Allah SWT tiap harinya, diyakini Erie sebagai salah satu stimulus yang membuat dirinya sukses sampai saat ini. “Bisa dikatakan kesuksesan saya ini berkat doa dari Ibu saya, karena setiap hari seusai shalat, Ibu selalu mendoakan saya supaya usaha yang saya geluti berhasil. Alhamdulillah, sampai saat ini saya sudah memanen benih kesuksean yang telah saya tanam”, terangnya.

Selain itu, Erie tidak pernah lupa dengan amalan bersedekah yang dianjurkan oleh Ust.Yusuf Mansur. Setiap jumat legi, ia melakukan ziarah ke makam Sunan Ampel dan membagikan sejumlah uang kepada kaum dhuafa yang ada di sekitar komplek makam. “Alhamdulillah dengan bersedakah saya tengah merasakan berkahnya seperti, percetakan Salsabila yang sudah 10 tahun ini tidak menggunakan Marketing. Saya istilahkan merketing saya adalah malaikat. Dengan kita bersedekah, Allah SWT menjamin akan mengembalikan 10 kali lipat, tentunya dengan bentuk rezeki yang tidak kita duga”, pungkasnya.

Erie berpesan, “untuk meraih kesuksesan dalam sebuah usaha, kita harus bekerja dengan jujur, dan tidak menggunakan hasil yang diperoleh dari usaha kita tersebut untuk hal-hal yang negatif, seperti minum-minuman keras, narkoba, dll, karena apabila kita melakukan itu, maka pintu kesuksesan akan menjauh dari usaha kita”. (Naskah : Krisna Fajar P / Foto : Robbah M)

Minggu, 14 Februari 2010

Keajaiban Silaturohim bersama Ustadz Yusuf Mansur

Tausyiah Akbar bersama ustadz kondang Yusuf Mansur, yang digelar oleh Wisatahati Perwakilan Jatim, berhasil menarik animo warga Surabaya. Terbukti, ratusan para jamaah tersebut, membanjiri Gedung Indosat Kayun, yang menjadi lokasi di mana tausyiah tersebut dilaksanakan.

Acara yang agak molor dari jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia tersebut, tidak sedikitpun menyulutkan antusias para jamaah ustadz yang notabene menjadi pendiri gerakan Program Pembibitan Penghafal Al-Qur'an (PPPA).

Ketika waktu shalat maghrib tiba, jamaah pun melakukan shalat maghrib berjamaah yang dipimpin oleh ustadz Daud dari Wisatahati Perwakilan Jatim. Begitu juga dengan shalat isya'. Akan tetapi, shalat isya'nya dipimpin oleh ustadz Syaikhuddin, tentunya juga dari pihak Wisatahati Perwakilan Jatim.

Sembari menunggu kedatangan ustadz keren ini, di awal acara tausyiah, pihak indosat sebagai sponsorship memberikan dorprize bagi para jamaah yang dapat menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari panitia, terkait pengetahuan jamaah seputar indosat.

Tepat pukul 08.00 malam, ustadz Yusuf Mansur beserta rombongan dari Wisatahati Perwakilan jatim, sampai di gedung Indosat Kayun. Ketika ustadz memasuki pintu gedung, banyak jamaah yang menyambut dan ingin berjabat tangan dengan ustadz asli betawi ini.

Tak buang-buang waktu, ustadz segera naik ke panggung dan segera menyapa para jamaahnya yang sejak pukul 06.00 membanjiri Gedung Indosat Kayun. Dalam tausyiahnya kali ini. ustadz Yusuf Mansur mengangkat tema tentang "Keajaiban Bersilaturohim".

Tausyiah yang disampaikan oleh ustadz Yusuf Mansur, mempunyai makna yang cukup dalam, yaitu tentang pentingnya kita membina silaturahmi dengan tetangga kita. "Inget ama tetangga, jangan kalo lagi susah aja, kalo beli kulkas dua pintu, jangan lupa yang satu pintu kasi tuh, ke tetangga, insyaallah dapet barokah", seru Ustadz dengan nada bercanda khasnya.

Canda tawa mewarnai seiring perjalanan waktu tausyiah ustadz. Tak sedikit pula raut wajah serius yang terlihat saat acara tausyiah berlangsung. Sesekali ustadz turun dari panggung dan mulai mendekat kepada para jamaah, para jamaah pun tak mau melewatkan waktu tersebut untuk mengabadikan wajah ustadz yang juga pendiri yayasan Wisatahati ini.

Sebelum acara tausyiah ditutup, ustadz Yusuf Mansur mengajak para jamaah yang hadir agar sejenak menundukkan kepala untuk berdoa kepada Allah SWT. Ketika ustadz mulai membacakan doa, deru tangis dari para jamaah, seolah membuat suasana Gedung Indosat menjadi suatu moment yang sangat mengharukan.

Di penghujung acara, tak ketinggalan ustadz Yusuf mengajak para jamaah agar sedikit meluangkan hartanya untuk bersedekah. Acara tersebut memang sudah biasa dilakukan oleh ustadz, seusai melakukan tausyiah. Dari donasi sedekah yang terkumpul tersebut, nantinya akan disalurkan bagi penghafal Al-Qur'an PPPA.

Sebelum ustadz meninggalkan lokasi tausyiah, para jamaah yang hadir rela berdesak-desakkan dengan jamaah lain untuk meminta tanda tangan dan berfoto bersama ustadz Yusuf Mansur. Selain itu, beberapa kejutan juga disediakan jamaah dengan memberikan hadiah secara langsung untuk ustadz. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P.)

Rabu, 13 Januari 2010

Broadcaster Handal Asal STIKOSA AWS

Sebuah militansi dalam perjalanan hidup, tengah menorehkan keyakinan dan pemahaman tentang makna kesuksesan. Belajar, fokus dan selalu konsisten dengan sesuatu hal yang akan dituju, membuat pria bernama lengkap Freddy Purnama Putra ini menjadi salah satu Broadcaster yang patut dijadikan teladan bagi rekan-rekan seprofesinya di sebuah televisi lokal Surabaya.

Berawal dari rekomendasi seorang teman yang bekerja sebagai EO (Event Organizer), pria yang juga mahasiswa STIKOSA AWS angkatan 2006 ini mulai meniti karir. Awalnya hanya sebagai reporter dan Campers (Camera Person) suatu program acara di sebuah televisi lokal bernama JTV. “Program pertama yang aku garap tuw, selendang ama up close”, ungkap Freddy

Dilematis mahasiswa Almamater Wartawan Surabaya (AWS), seringkali muncul ketika ditanya harus memilih kuliah atau bekerja. Meskipun akhirnya rata-rata bekerja menjadi prioritas pertama dalam meniti karir, Freddy tetap berusaha balance dengan dua kegiatan yang tak mungkin dapat bersinergi tersebut.

Semakin lama bergelut dalam dunia broadcast, karir pria yang punya hobby makan nasi bebek ini semakin melejit. Tak ayal, pada tahun 2007 jabatan sebagai assisten producer pada beberapa program pun berhasil digenggamnya. Hal itu membuat Freddy harus memilih fokus antara kuliah atau bekerja. Setelah mempertimbangkan semuanya, akhirnya, bekerja menjadi pilihan yang dinilai cukup bijak olehnya.

“Meskipun sementara ini kuliah saya harus mandek, tetapi dalam pikiran saya masih terbersit untuk segera menuju bangku kuliah lagi, dan mengejar ketertinggalan agar dapat menyusul teman-teman angkatan saya yang bentar lagi mau wisuda.” kata pria yang mempunyai zodiac Aquarius ini.

Di sela kesibukannya, banyak pengalaman mengesankan yang diraih oleh pria alumnus SMA Dharma Wanita tahun 2003 ini.. Salah satunya adalah ketika meliput acara Jakk Jazz di Jakarta. “Gimana nggak mengesankan, lha wong pertama kali liputan ke Jakarta, truz nara sumbernya juga orang Londo, yah mau nggak mau harus belajar bahasa inggris.” tutur Freddy dengan senyum khasnya.

Selain pengalaman mengesankan, pengalaman yang mengenaskan pun juga turut mewarnai perjalanan karir pria yang juga anggota organisasi Surabayamuda.com ini. Dapat sobat muda bayangkan, saat pertama kali terjun sebagai reporter, dia harus mengoperasikan kamera handycam yang notabene LCD dan View Fender nya rusak. “Sebenarnya di JTV hal itu kerap di alami oleh reporter baru. Tetapi itu semua merupakan rangkaian belajar agar nantinya reporter-reporter di JTV menjadi handal dan tahan banting.” tegas Freddy.

Tak lama kemudian, televisi lokal tempat Freddy bekerja sedang merancang suatu strategi untuk membuat televisi yang mempunyai segmentasi anak muda. Pada tahun 2008, SBO TV pun terlahir ke dunia broadcast dengan branding dan formula baru, tentunya dengan Freddy sebagai tim dibalik suksesnya televisi tersebut.

Setelah anak pertama dari dua bersaudara ini pindah ke SBO TV, puncak karirnya semakin terlihat. Betapa tidak, beberapa jabatan yang mungkin menjadi idaman para broadcaster berhasil digapainya. Diantaranya seperti producer assistand pada program Drive Thru, floor director pada program X2 (Xuka-Xuka), Hingga Producer pada program Request on the street.

Berkat ketekunan yang selalu menjadi prinsip hidupnya, saat ini Freddy menjadi producer pada sebuah program acara bertajuk Honda The Adventure & Yamaha my Xpression, yang merupakan wujud kerjasama antara SBO TV dengan beberapa jenis produk sepeda motor. Acara tersebut notabene menjadi program andalan SBO TV.

Untuk para sobat muda, Freddy berpesan agar jangan pernah ragu atau menyerah untuk mencapai tujuan dan impian yang akan ditempuh. Karena sesungguhnya dibalik cobaan yang menghadang, puncak kesuksesan akan terlihat, dan disaat itulah kita harus menggapainya. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Dok.Fredy.)

Sabtu, 26 Desember 2009

Kerajinan Kaca Pyrex, begitu Menawan Hati

Membuat kerajinan tangan memang harus mempunyai daya imajinasi yang cukup tinggi. Kerajinan tangan atau handicraft umumnya terbuat dari kayu, logam, dan tanah liat. Namun handicraft yang satu ini menggunakan bahan baku kaca, yaitu kaca pyrex. Sebuah karya seni yang sekilas mirip dengan kristal ini, mulai berkembang dan tengah memiliki para pelanggan tetap, baik dari kalangan biasa, artis, maupun pejabat.

Sebut saja Andi. Pria yang menjadi salah satu korban amukan Lumpur Lapindo ini, mencoba peruntungan wirausaha dibidang pembuatan karya seni yang begitu menawan hati, tentunya berbahan dasar kaca pyrex. Lewat tangan terampil pemuda Sidoarjo ini, kerajinan tangan kaca pyrex, patut disejajarkan dengan produk dari luar negeri. Karena detail, kehalusan, ketelitian dalam pengerjaannya. Pria Lulusan SMK 1 Sidoarjo tersebut, mengatakan bahwa, “Kaca pyrex dipilihnya, karena kilau yang dipancarkan hampir tidak bisa dibedakan dengan kaca kristal”.

Produk yang telah dihasilkan sampai saat ini adalah, beraneka macam company award, souvenir (pengantin/seminar), cenderamata, aksesoris, trophy (bentuk orang, logo company), hiasan interior, kado hadiah dan berbagi macam miniatur hewan.

Sebenarnya, kaca pyrex merupakan bahan dasar daripada alat-alat laboraturium. Akan tetapi, ditangan bapak satu anak ini, kaca pyrex dalam waktu kurang dari 20 menit, dapat disulap menjadi berbagai karya seni dengan aneka jenis dan bentuk yang tentunya mempunyai nilai seni dan harga jual yang tinggi.

“Waktu itu saya dikirim ke Kuala Lumpur oleh perusahaan untuk mendalami seni kerajinan ini. Tiga tahun saya di sana. Dua tahun menerima pelajaran dasar dan setahun belajar mengahayati imajinasi,” ujar Andi, yang sekarang telah membuka gerai sendiri. “Saya bingung ketika pulang ke Surabaya, perusahaan yang mengirim saya ternyata sudah tidak ada alias bangkrut,” tambahnya.

Tekhnik pembuatan kerajinan kaca pirex ini, dengan cara di bakar pada suhu tinggi, tepatnya di atas 750 derajat celcius, sehingga bahan baku mudah untuk dibentuk sesuai keinginan. Sifat kaca yang isolator sangat membantu dalam pengerjaan, karena kaca tidak mengahantarkan panas. Lama pengerjaan tergantung dari kesulitan bentuk. “Yang paling rumit biasanya memakan waktu 3 jam lebih,” kata Andi.

Untuk sebuah karya yang mempunyai nilai seni tinggi, harga produk kaca pyrex ini tergolong cukup murah, mulai dari Rp.15.000 hingga Rp.2.500.000. Netha Art & Craft yang dibangun oleh Andi, juga melayani pesanan berbagai macam bentuk. Kualitas karyanya tidak perlu diragukan lagi.

Bagi anda yang berminat, bisa langsung datang ke kantor Netha Art & Craft di Perum Magersari Permai Blok A-6 Sidoarjo. Bagi anda yang berada di Surabaya, Andi juga membuka showroom di Royal Plasa (craft center) LG no AA 1-18. Selain itu mereka juga memiliki showroom hasil kerja sama dengan instansi pemerintahan seperti di Disperindag Jatim dan Dekranas Sidoarjo. Pemesanan secara online juga bisa dilakukan melalui website www.nethacfrat.indonetwork.co.id. Netha Art & Craft memberikan layanan antar bagi pelanggan di sekitar Surabaya dan Sidoarjo saja. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P.)

Rabu, 11 Maret 2009

Printer Braille, Impian yang Jadi Kenyataan.

Komunitas Mata Hati (KMH), kembali unjuk gigi. Setelah sukses dengan launching Album betajuk "Indonesiaku", di salah satu stasiun radio swasta, Komunitas yang beranggotakan para tuna netra ini, kembali menggelar acara bertajuk "Launching Printer Braille", pada 11/03.

Bertempat di Ruang Adisukadana Fisip UNAIR Surabaya, KMH tengah membuktikan kepada khalayak, bahwa cacat fisik tidak menjadi kendala untuk meraih prestasi. "Asal kita mau berusaha, pasti Tuhan akan memberi jalan", kata Dani, selaku Vocal Point KMH.

Suksesnya acara tersebut, tidak lepas dari wujud kepedulian salah satu Operator seluler terbesar di Indonesia, yaitu TELKOMSEL. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Surabaya, Arif Afandi. Tidak ketinggalan, beberapa element mahasiswa Fisip UNAIR, LSM, serta para Komunitas Blogger pun, juga turut antusias dengan acara yang digelar oleh KMH.

Di tengah acara tersebut, KMH mencoba mencairkan suasana dengan menyanyikan beberapa lagu, tentunya dengan aransemen khas Komunitas yang pernah menyandang predikat artist nasional pada acara Festival Jazz Jogja (Ngayogjazz).

"Saya sangat bersyukur, karena impian saya, kami, dan semua teman-teman yang lain bisa terwujud. Dengan adanya printer braille ini, sangat membantu kami, para kaum tuna netra", ucap Dani, dengan raut wajah gembira.

Di akhir acara, Dani sempat memeragakan cara pemakain printer braille tersebut. Cara pengoprasian printer yang di datangkan langsung dari USA ini, tak jauh beda dengan printer pada umumnya. Yang membedakan hanya kertas dan hasil dari proses pengeprinan, berupa huruf braille.

Untuk kedepannya, Dani menuturkan, mereka akan berusaha melakukan pengadaan kertas untuk printer tersebut, karena kertas yang dipakai untuk printer braille, beda dengan yang dipakai oleh printer pada umumnya.

"Untungnya, kertas untuk printer braille ini dapat ditemukan di Indonesia. Akan tetapi, kami harus membeli langsung dari Jakarta", Jelas Dani pada sejumlah wartawan. "Bukan berarti di Surabaya tidak ada, hanya masih jarang ditemukan di toko-toko. Sedangkan di Jakarta, kertas tersebut bisa kita cari di beberapa toko yang banyak menyediakan perlengkapan IT/Komputer", imbuhnya. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Sultan HW.)

Jumat, 06 Maret 2009

Dari Friendster Menuju Facebook

Di era Globalisasi, Internet merupakan salah satu sarana yang dapat menunjang segala kebutuhan pekerjaan kita. Mulai dari browsing, searching artikel, hingga situs pertemanan di dunia maya pun tersedia.

Sobat muda pasti sudah mengenal, bahkan menjadi member di salah satu situs pertemanan yang ada di internet. Ya, friendster adalah salah satu dari sekian banyak situs pertemanan yang sangat digandrungi oleh masyarakat di seluruh dunia.

Di dalam frienster, kita dapat menjalin pertemanan dengan semua orang yang ada di seluruh dunia. Selain itu, template (tampilan) friendster, yang sangat variatif juga menjadi, salah satu nilai lebih, mengapa Friendster tersebut menjadi salah satu situs pertemanan paling digemari oleh masyarakat di seluruh dunia.

Terlepas dari friendster, dunia internet dikejutkan dengan fenomena situs pertemanan yang bernama facebook. Facebook, diluncurkan pertama kali pada 04/02/2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard.

Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun, meminta untuk dimasukkan dalam jaringan facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.

Pada September 2005, facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa. Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.

Tidak ada situs jaringan sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya. Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook.

Yusa, salah satu pengguna facebook mengatakan bahwa, "facebook memang salah satu situs pertemanan terhebat saat ini. Karena lewat situs jaringan sosial ini, saya bisa bertemu dengan kawan-kawan lama".

"Selain itu, facebook memang benar-benar privat, dan sangat cocok bagi sobat muda yang mempunyai usaha pribadi. Karena di dalam facebook, kita bisa menampilkan atau mempromosikan produck atau jasa yang kita punya kepada sesama pengguna situs tersebut." tegas Pria yang saat ini menempuh study S1 di Perguruan Tinggi Swasta Surabaya.

Memang masing-masing situs pertemanan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pada Friendster misalnya. Template pada friendster tersebut, bisa di ubah sesuai keinginan para penggunanya. Akan tetapi, pada friendster tidak dilengkapi dengan fasilitas chatting dengan sesama pengguna situs tersebut.

Lain halnya dengan facebook. Pada situs jaringan sosial ini, dilengkapi dengan fasilitas chatting antar pengguna situs. Tetapi, untuk template, facebook memilih tampilan yang cukup sederhana dibanding situs pertemanan yang lain. Di samping itu, facebook juga dilengkapi dengan berbagai menu game online, yang tentunya juga menjadi salah satu daya tarik para user.

Dengan adanya facebook, banyak element masyarakat yang merasa di untungkan, dan fenomena ini bisa jadi, menambah maraknya situs jaringan sosial yang ada di dalam dunia internet. (Naskah / Grafis : Krisna Fajar P.)

Selasa, 27 Januari 2009

Kemilau Cantik, Souvenir Gelas Kaca

Bicara tentang Souvenir atau oleh-oleh, pasti langsung terlintas dibenak sobat muda tentang makanan atau benda-benda antik dan unik. Kali ini, tim liputan krisnahome.blogspot.com akan mengajak sobat muda untuk mengupas dan menelusuri Souvenir khas Kota Batu yang mungkin saat ini sudah sangat langka.

Sobat muda pasti tidak asing lagi ketika melihat atau mendengar sebuah gelas kaca biasa yang mempunyai nilai estetik cukup tinggi, apabila dibuat dengan sedikit apresiasi seni dan segenap curahan hati oleh tangan-tangan yang terlatih dan berpengalaman. Ya, pada umumnya, gelas kaca biasanya
digunakan kebanyakan orang untuk minum air putih, teh, kopi, dll. Tetapi, gelas kaca yang satu ini, mempunyai nilai yang lebih untuk hanya sekedar digunakan sebagai wadah untuk minum bagi kebanyakan orang.

Militansi dalam suatu usaha telah menorehkan keteguhan dan keyakinan tentang makna kesuksesan. Sehingga tindakan nyata yang senantiasa harus ada dalam kerja keras dan konsisten untuk menghasilkan produk dengan mutu yang baik pula. Itulah serangkaian kalimat yang menstimuli Kakek tua berkacamata yang mulai merintis usahanya sejak 1959 ini. Di tangan pria paruh baya ini, gelas kaca biasa dapat disulap menjadi souvenir yang cantik dan mempunyai nilai seni yang cukup tinggi.

Dapat sobat muda bayangkan, gelas kaca tersebut, oleh Kakek kelahiran 1929 ini, di beri sebuah cairan beraneka ragam warna. Dan yang membuat para pengunjung tertarik untuk memborong souvenir tersebut adalah, saat gelas kaca tersebut dibalik, cairan warna-warni yang menghiasi gelas kaca tersebut tidak tumpah. Bahkan gelas kaca yang berisi cairan warna-warni tersebut masih bisa digunakan sesuai dengan fungsinya semula, yaitu digunakan untuk minum air.

“Untuk menjalankan usaha ini, Saya tidak mengambil banyak keuntungan. Harga Souvenir gelas kaca yang Saya buat juga bervariasi. Gelas kaca warna-warni yang berukuran kecil biasanya saya jual Rp. 2000, sedangkan yang berukuran agak besar biasanya saya jual Rp.3000.” Ungkap Kakek yang pernah bekerja di Pabrik Gelas di Jl. Ngagel Surabaya, pada zaman penjajahan Belanda ini.

Di alun-alun Kota Batu, Ali tidak hanya menjual souvenir gelas kaca warna-warninya. Untuk menghibur para pengunjung, dan untuk menarik perhatian para pembeli tentunya, Kakek yang genap berusia 79 tahun ini juga memberikan sedikit atraksi, bagaimana cara membuat gelas kaca warna-warninya.

Atraksi yang disuguhkan oleh Ali tidak henti-hentinya menarik perhatian para pengunjung yang kebetulan sedang melintas di alun-alun Kota Batu. Ayah dari Lima anak ini, juga sudah mempunyai pelanggan tetap, baik dari kalangan tua, muda, maupun anak-anak.

Kakek berambut putih ini juga sering diundang untuk mengikuti Pameran di Dieng Kota Malang. “Saya sering mengikuti Pameran di Malang, dari pameran tersebut, produk andalan Saya banyak dipesan untuk Souvenir acara pernikahan dan oleh-oleh” tegas Kakek bertubuh kurus ini.

“Souvenir buatan Saya tidak hanya dipesan di daerah Malang saja, tetapi, di Mall Surabaya, tepatnya di TP (Tunjungan Plaza), dan JMP (Jembatan Merah Plaza), para pedagang pernak-pernik souvenir nya pun rutin setiap bulan memesan Gelas kaca warna-warni buatan Saya.” Pungkasnya. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Sultan HW.)

Rabu, 07 Januari 2009

KMH, Menyentuh Hati.

Cacat Fisik tidak membuat anggota komunitas yang menamakan dirinya KMH (Komunitas Mata Hati) putus asa. Berkarya dengan basic musik dan talenta dalam hal seni suara, serta peduli terhadap sesamanya, menjadikan KMH mempunyai ciri khas, dibandingkan dengan komunitas lain.

Sebagai wujud kepedulian KMH terhadap sesama Tuna Netra, untuk kedepannya, mereka akan
mengupayakan pengadaan Printer Braille yang tengah dipesan indent dari Amerika Serikat. Printer Braille yang akan didatangkan langsung dari negeri Paman Sam tersebut dipesan dengan harga 69 juta rupiah. Untuk mewujudkan Impian KMH, Salah satu Operator Seluler Terbesar di Indonesia, yaitu TELKOMSEL, ikut andil dengan memberikan bantuan dana sebesar 70 juta Rupiah.

KMH digawahi oleh, Pit yang hobi desain IT, Danny yang memetik gitar, David yang Guru Musik, Wiwin yang Pengamen Stasiun, Anggie dengan Pidato Bahasa Jepangnya, Kie dengan Keyboard dan Lagu Mandarinnya, Eka + Renny yang Relawan Sosial, Om Gan yang Memulung Sampah, dan Om Ruddy dari komunitas Jazz.

Menurut Dani, Salah Satu personil KMH, "Mengapa kami memilih mata hati sebagai nama komunitas kami, karena mayoritas dari anggota komunitas kami memang benar-benar melihat tidak menggunakan mata pada panca indera, melainkan dengan mata hati". "Pada intinya, KMH ingin menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat, lewat musik dan lagu, agar kita lebih peduli dengan sesama," Tegas mahasiswa semester 9 di Universitas Negeri Surabaya tersebut, pada krisnahome.blogspot.com.

Beberapa eksistensi yang diperlihatkan oleh KMH cukup istimewa, pasalnya pada acara Festival Jazz Jogja (Ngayogjazz), KMH mendapat predikat artist Nasional sejajar dengan artist-artist jazz papan atas seperti Sarasehan, Tri Utami dll.

Basecamp KMH bertempat di JL. Rungkut Asri Utara Gang II no. 09 Surabaya. Pada tanggal 10 januari besok, tepatnya di radio Suara Surabaya, KMH akan Launching Live, untuk memperkenalkan Komunitas Mata Hati kepada masyarakat. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Dok. KMH.)

Jumat, 19 Desember 2008

Vista Sidewalk Cafe, Kongkownya Para Jazzer's

Vista Sidewalk Cafe hadir dengan suguhan alunan musik kental bernuansa jazz, dengan balutan desain interior yang eksotis dan elegan. Cafe yang bertempat di JL. Yos Sudarso 11 Surabaya ini, seakan membuat para pengunjung terbius enggan meninggalkan tempat duduknya.

Café yang berdiri di bawah naungan hotel berbintang Garden Palace ini juga menggelar event live concert musik jazz dengan bintang tamu yang tentunya pada setiap event tersebut tidak sama. Hal ini dilakukan guna memanjakan para penikmat musik jazz yang ada di Surabaya.

Bermacam-macam artis musik jazz baik lokal maupun nasional, rata-rata sudah pernah diundang pada acara event rutin yang digelar setiap satu bulan sekali ini. Seperti halnya Tompi, All Star, Malik n d’esential sampai artis jazz senior seperti Mus Mujiono juga turut memeriahkan acara tersebut.

“Untuk para penikmat jazz, kita sudah menyiapkan event live concert musik jazz yang diadakan setiap satu bulan sekali di Vista Sidewalk Cafe, dan tentunya dengan artis jazz yang tiap bulannya tidak sama.” Jelas Agung Wahono selaku konseptor musik jazz di Vista Sidewalk Café pada inframe magazine.

Selain itu, beragam jenis makanan Chinese food, Indonesian food dll, dapat menjadi teman setia bersantai sambil menikmati alunan musik jazz. Menu makanan baru yang menjadi andalan dari Café ini adalah pizza original yang dimasak lewat tungku tradisional dan untuk memasaknya harus menggunakan kayu sebagai pengganti minyak tanah.

Tidak ketinggalan, beraneka macam minuman menyegarkan seperti juss, koktail, dan softdrink dapat menjadi pelepas dahaga sembari melepas kepenatan sejenak seusai melakukan aktivitas sehari-hari. Juga tersedia mini bar dengan berbagai minuman beralkohol seperti Jack Daniels, Marteel dll. Minuman yang menjadi andalan dari café ini adalah herbal tea yang notabene dapat menurunkan kolesterol bagi yang secara rutin mengkonsumsinya.

“Ada saah satu pengunjung yang mengatakan bahwa setelah rutin mengkonsumsi herbal tea yang merupakan salah satu minuman andalan di tempat kami, ternyata dapat menurunkan kolesterolnya”. Jelas Erwin Fitriyanti selaku Public Relation Vista Sidewalk Café.

Vista Sidewalk Café ini setiap hari minggu sampai kamis buka mulai pukul 04.00 – 12.00, sedangkan hari jumat dan sabtu mulai pukul 04.00 – 02.00. Café ini juga mendata para tamu yang berkunjung untuk mencatat rata-rata pengunjung setiap harinya.

Selain mendengarkan alunan musik jazz, keindahan tata ruang dan ramahnya pelayanan yang disuguhkan, juga menjadi salah satu alasan dan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk datang ke Vista Sidewalk café ini.

Menurut Retno salah satu pengunjung Vista Sidewalk Cafe, “tempat ini memang cocok untuk sejenak melepas kepenatan seusai melakukan kegiatan sehari-hari, karena selain dimanjakan dengan suasana cafe yang enak, alunan musik jazz juga seolah membuat pikiran menjadi tenang dan damai”.

Sama halnya dengan pengunjung sebelumnya, meskipun baru pertama kali berkunjung ke Vista Sidewalk Café, Pria 35 tahun ini sangat menikmati alunan musik jazz yang menggaung di berbagai sudut tenda café. “Saya baru pertama kali berkunjung ke Café ini, dan ternyata suasana café ini cukup enak dan romantis, apalagi alunan musik jazz yang tak henti-hentinya memanjakan telinga, membuat saya enggan rasanya meninggalkan tempat ini”. Jelas Edy yang juga salah satu pengunjung Sidewalk Café.

“Tetapi karena out door dan berada di pinggir jalan pusat kota Surabaya, suara mobil dan motor para pengguna jalan membuat suasana damai yang saya rasakan menjadi agak berkurang.” Imbuhnya. (Naskah / Foto : Krisna Fajar P).

Konsep Kemasan Vista Sidewalk Cafe

Konsep yang di usung Vista Sidewalk Café ini benar-benar unik dibanding café yang lain, kendati berada dibawah naungan Hotel berbintang Garden Palace Surabaya, kesederhanaan menjadi salah satu konsep utama yang di suguhkan kepada para pengunjung.

Selain itu desain interior meliputi table manner yang cantik, tata ruang yang elegan, serta lampu-lampu kecil yang senantiasa menghias atap tenda café membuat para pelanggan merasa nyaman. Mengingat berkonsep out door, suasana alami yang ditawarkan juga menjadi suatu ciri khas dari Vista Sidewalk Café ini.

Vista Sidewalk café ini memang tiada duanya di Surabaya, karena cafe ini satu-satunya tempat bersantai yang nyaman dan para pengunjungnya pun selalu dimanjakan dengan alunan musik jazz dari home band yang berbeda pada setiap bulannya.

“Memang café ini berada di pinggir jalan dan beratmosfer merakyat, tetapi kami berusaha membuat kemasan acara yang eksklusif tapi banyak peminatnya, dan yang jelas, konsep ini sendiri belum pernah ada di Surabaya, Adapun di Surabaya, mungkin bertempat di dalam hotel-hotel mewah dan berbintang”, tegas Agung Wahono yang juga menjadi MC dari acara live concert musik di Vista Sidewalk Café.

Café yang para pengunjungnya rata-rata berasal dari kalangan menengah keatas ini mencoba welcome, dengan masyarakat yang ingin sejenak mendengarkan alunan musik jazz dan merasakan keindahan suasana Vista Sidewalk Café, terutama yang berasal dari kalangan menengah kebawah.
Pandangan masyarakat, untuk bersantai di café dan menikmati alunan musik jazz mungkin sangat mahal, apalagi café tersebut juga tergabung di bawah naungan Garden Palace salah satu hotel berbintang yang ada di Surabaya.
“Kami mencoba welcome dengan para pengunjung, khususnya dari kalangan menengah kebawah yang benar-benar ingin menikmati alunan musik jazz, meskipun mereka hanya duduk dan memesan satu gelas teh hangat saja, kami tetap akan memperlakukan mereka sama dengan pengunjung yang dari kalangan menengah keatas.” Jelas Pria yang juga bekerja sebagai senior enauncher di Delta FM.
Vista Sidewalk café juga memberikan sebuah konsep yang menarik, seperti pembagian jadwal
untuk para penikmat musik jazz. Untuk para pemula, bisa datang dan menikmati alunan musik
jazz pada hari sabtu dan senin, karena pada hari itu, musik jazz yang di suguhkan tidak
terlalu berat.
Selebihnya untuk para jazzer’s yang benar-benar cinta dengan musik jazz, pihak Vista
Sidewalk Café selalu menyuguhkan performent band yang benar-benar perfect.“Musik jazz adalah Style dan gaya hidup bukan semata-semata hanya mahir memainkan cord saja, tetapi di sini kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan performent band yang benar-benar perfect, agar para jazzer’s di Surabaya merasa puas", papar Agung Wahono pada krisnahome.blogspot.com. (Naskah / Foto : Krisna Fajar P).

Selasa, 09 Desember 2008

Puzzle IQ Cerdaskan Masyarakat

Pada kesempatan kali ini tim liputan krisnahome.blogspot.com akan mengajak sobat muda untuk jalan-jalan menuju pameran Seni dan kerajinan yang bertajuk "Untuk Hidup Lebih Baik" di Gedung Merah Putih yang berada di komplek Balai Pemuda Surabaya. Berbagai karya seni dijual dan dipamerkan di beberapa stan yang berukuran 2x3 meter ini.
Dari berbagai macam karya seni yang di tampilkan, tim liputan krisnahome.blogspot.com, menemukan karya seni yang cukup unik, yaitu Puzzle IQ. Sobat muda mungkin tidak asing lagi dengan permainan puzzle. Puzzle merupakan salah satu permainan yang cukup menguras otak, karena dalam memainkan permainan yang biasanya berwujud persegi empat tersebut, sobat muda dituntut untuk membuat puzzle yang awalnya tersebar acak menjadi urut dan tertata.
Eko, Salah satu dari banyak seniman pahat yang memanfaatkan limbah kayu mebel untuk dijadikan suatu karya yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga sebagai karya seni yang cukup berperan dalam memacu pola pikir dan kreatifitas sobat muda. "Untuk membuat puzzle IQ ini, saya hanya butuh limbah kayu mebel saja, kemudian dengan sediki keahlian yang saya miliki, limbah mebel yang biasanya menjadi penghuni tempat sampah ini bisa saya sulap menjadi suatu karya seni dalam bentuk puzzle", kata Pria yang mendapat julukan Eko Puzzle saat masih duduk di bangku kuliah.
Pria lulusan IKIP Yogyakarta ini juga mengatakan bahwa, "Orang tua zaman sekarang, tidak mau memikirkan masa depan pendidikan anaknya, hal ini disebabkan, orang tua sudah merasa pendidikan anakanya bagus ketika berada di sekolah. Justru orang tua zaman sekarang malah bingung memikirkan mencari makan dan bagaimana bertahan hidup". "Padahal, dengan memajukan pendidikan anak, masalah apapun seperti, ekonomi, sosial, politik, semuanya bisa diatasi." papar Eko. Statement di atas merupakan awal mula mengapa Eko terinspirasi membuat puzzle IQ.
Puzzle pada umumnya berbentuk persegi empat, tetapi di Tangan Eko, Puzzle menjadi permainan yang cukup menarik, karena mempunyai beraneka macam bentuk dan ukuran. "Saya mempunyai beraneka macam bentuk dan ukuran puzzle, mulai dari bentuk buah durian, persegi panjang, dan berbentuk seperti ayunan."tegas Pria asal Surabaya ini.
Eko juga memberikan atrakasi dalam memainkan puzzlenya. Disamping untuk menarik perhatian para pengunjung, atraksi tersebut dimaksudkan untuk mengenalkan kebudayaan jawa khususnya, karena dalam memainkan atraksi puzzlenya, Eko sedikit-sedikit memberikan dongeng jawa, seperti Dongeng Arjuna dan Dewi Shinta.
Apabila sobat muda tertarik dengan puzzle IQ milik Eko, langsung saja datang ke pameran seni dan kerajinan di balai pemuda, karena pameran ini hanya buka pada 1-12 Desember saja. selain itu, Eko juga membuka galeri Puzzle di Rumahnya, tepatnya di Jl. Merpati No 7 Mojokerto. (Naskah / Foto : Krisna Fajar P.)

Senin, 08 Desember 2008

Meluncur Indah Di Udara Ala Bikers Bungkul

Taman bungkul adalah salah satu tempat nongkrong yang menjadi suatu icon tersendiri bagi masyarakat, tentunya warga Kota Surabaya dan sekitarnya. Pasalnya, sampai saat ini, taman yang terletak di JL. Raya Darmo ini dari pagi hingga malam, tak pernah surut dari keramaian pengunjung yang datang.

Selain sebagai tempat kumpul bersama keluarga, temen, ataupun pacar, taman yang awalnya hanya diketahui sebagai salah satu makam yang dapat dibilang sakral ini juga menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para sobat muda pencinta bikers BMX. Hampir setiap hari mereka tampil dan memberikan pertunjukan yang cukup menarik bagi semua pengunjung yang datang.

Fasilitas yang cukup sederhana dari pihak taman bungkul, membuat para bikers BMX menjadi semangat dalam unjuk kebolehan, hingga sehari-harinya mereka berlatih keras dan bersaing satu sama lain untuk membuat gaya indah yang lebih berbeda saat sedang meluncur di udara dari papan sederhana yang terbuat dari kayu triplek.

Komunitas bikers Bungkul pun satu persatu mulai bermunculan untuk ikut serta dalam meramaikan suasana taman yang menjadi salah satu icon kota Surabaya tersebut. Semangat yang ditunjukkan para bikers saat berlatih juga menjadi pemandangan yang cukup diminati para
pengunjung taman bungkul.

Dengan latihan rutin yang cukup keras, akhirnya masing-masing bikers berhasil mempunyai ciri khas gaya indah saat meluncur di udara. Gaya tersebut nantinya akan dipamerkan pada para pengunjung taman yang hendak melihat aksi keren mereka saat unjuk kebolehan.

Menurut pengamatan tim liputan Surabayamuda.com, ekspresi para pengunjung yang melihat aksi unjuk kebolehan dari para bikers BMX ini sangat variatif. Dari kalangan muda, mereka cukup enjoy dengan suguhan yang diberikan oleh para bikers BMX, sedangkan bagi kalangan yang berusia lanjut, rata-rata mereka agak takut dengan suguhan yang diberikan para bikers muda yang rata-rata masih SMA ini. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : M. Arief )

Sabtu, 06 Desember 2008

Jurnalis, Pahlawan Di Balik Layar

Koran, majalah, tabloid, televisi maupun media online merupakan pusat sumber informasi bagi masyarakat umum. Dengan adanya berbagai media massa tersebut, masyarakat yang awalnya tidak tahu akan suatu kejadian / informasi apapun, mereka dapat mengetahui dengan melihat / membaca media massa.

Semua isi dan tampilan dari media massa tersebut, tidak lepas dari peran seorang wartawan tulis, reporter, kameramen dan fotografer. Karena mereka adalah sosok pekerja lapangan yang tak kenal lelah. Semua risiko dan hambatan yang ditemui di lapangan, tidak membuat mereka gentar, justru mereka akan lebih terpacu untuk menerobos deadline yang diberikan redaktur mereka.

Pekerjaan yang sangat menyita waktu ini terkadang membuat sebagian wartawan jenuh da
n ingin berhenti untuk menggelutinya. Tetapi, berkat rasa solidaritas dan loyalitas dari sesama rekan seprofesinya, membuat pikiran untuk berhenti dari profesi sosial ini menghilang dari benak mereka.

Para Jurnalis yang sudah berkeluarga, juga terkadang rela meninggalkan keluarganya demi kepentingan perusahan PERS yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka. S
uasana liputan yang selalu baru dan beraneka ragam pada setiap harinya, dapat mengalahkan rasa penyesalan telah mengemban profesi sebagai Jurnalis.

Dalam mengemban tugas yang beresiko tinggi dengan segala konsekuensinya ini, masih banyak jurnalis yang kesejahteraannya masih dibawah standart gaji UMR. Tetapi mereka para Jurnalis, lebih mengetengahkan rasa sosial dan kepuasan batin dirinya masing-masing, dan karena itu pula, wartawan mendapat gelar atau sebutan sang Kuli Tinta. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Dok. & Trisnadi & Krisna Fajar P.)


Senin, 19 Mei 2008

Bermake up Untuk Modal “Jual Diri”

Bermake up merupakan suatu hal yang biasa dilakukan oleh kaum hawa. Ibarat salah satu bumbu pelengkap dalam memasak, make up juga merupakan sebagai kebutuhan fisik, agar membuat wanita lebih PD (Percaya Diri), dan terlihat nampak lebih cantik nan menarik.

Panggil saja Molly, cewek 18 tahun ini menganggap make up merupakan kebutuhan yang tidak dapat di tinggalkan, pasalnya apabila tidak memakai make up, cewek kelahiran tahun 1989 ini merasa ada yang kurang dalam dirinya alias tidak PD. “Kalo nggak pake make up tuw, temen-temenku pada protes semua, katanya kok beda dari biasanya sich, padahal kalo aku pake make up, katanya aku terlihat lebih cantik”, ujar Molly.

Cewek yang punya nama lengkap Maulina Tri Herllinggawati ini memang tidak bisa lepas dari make up. Saat ditemui tim liputan Krisnahome.blogspot.com di kampusnya, cewek berbintang Libra ini mengatakan bahwa, bagi dia bermake up merupakan salah satu modal untuk “Menjual Diri”. “Jangan berprasangka negatif, maksudnya menjual diri tuw, kan aku kerja jadi SPG, jadi paling enggak aku harus jaga penampilanku dengan ber make up dong”, tegas cewek bertubuh seksi ini.

“Rata-rata orang melihat kita dari penampilan fisik saja, karena itu kita harus membuat orang yang ada disekeliling kita menjadi tak berkedip saat melihat kita”, ungkap cewek yang bekerja sebagai SPG Property Perum Kamal Madura milik PT. Propindo Wira Utama ini. Saat diberi kesempatan membuka tas Molly, tim liputan Krisnahome.blogspot.com menemukan berbagai produk kosmetik yang selalu dibawanya seperti, lipstick, bedak, mascara dll.

Untuk para sobat muda yang kurang PD saat bermake up, Molly sekedar memberi tips untuk mempercantik diri ala gayanya, dengan tetap bermake up. Mula-mula, agar tampak lebih fresh, sobat muda harus memakai bedak, gak perlu pake merah pipi, cukup ditambah dengan pelembab, blash on, maskara, dan lipglos. Dijamin sobat muda akan nampak telihat lebih cantik dan menarik. [Naskah : Krisna Fajar P] [Foto : Bambang Tri Atmojo]