Kondisi Luki inggit darmawan, 18 tahun, mahasiswa semester satu fakultas hukum universitas wijaya kusuma
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 Desember 2011
Diklat Mapala Memakan “Korban”
Kondisi Luki inggit darmawan, 18 tahun, mahasiswa semester satu fakultas hukum universitas wijaya kusuma
Selasa, 14 September 2010
Museum Pendidikan Wahana Baru KBS di Libur Lebaran
Bertepatan dengan cuti bersama dan libur lebaran, Kebun Binatang Surabaya (KBS) mempunyai nuansa wahana baru yang bertajuk Museum Pendidikan. Di sini, pihak manajemen KBS memamerkan beraneka ragam satwa yang telah diawetkan. Masyarakat dapat melihat satwa-satwa yang belum pernah dilihatnya dari dekat dan secara detail.Menurut Sutrisno salah satu staf bagian pendidikan konserfasi hewan KBS mengatakan bahwa animo masyarakat pada Museum Pendidikan ini sangat besar, terbukti dalam buku tamu tercatat kurang lebih ratusan nama yang mengunjungi museum tersebut.
Label:
Agenda Kota,
Education,
Kisah Inspiratif,
News.Update,
Pelesir.
Jumat, 10 September 2010
Takbiran Ala Korban Lumpur Sidoarjo
Allahhuakbar.. Walillailham. Berkumandangnya gema takbir pada Kamis (09/09) pertanda hari kemenangan bagi umat islam di seluruh dunia yang selama satu bulan penuh berhasil menahan lapar dan dahaga, serta hawa nafsu yang setiap saat dapat menjerumuskan manusia kedalam jurang dosa telah tiba.Oleh karena itu semua umat muslim tanpa terkecuali berupaya mengekspresikan kemenangan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan takbir keliling. Takbir keliling merupakan salah satu ritual yang selalu menjadi tradisi di setiap penghujung bulan Ramadhan.
Seperti halnya takbir keliling yang dirayakan oleh masyarakat desa Besuki kecamatan Jabon kabupaten Sidoarjo ini. Berbagai elemen masyarakat yang ada di desa Besuki, Jabon, Mindi dan sekitarnya, berkumpul dengan guyub merayakan hari kemenangan dengan takbir keliling di daerah pengungsian korban lumpur Besuki.


Takbir keliling yang dirayakan oleh para Korban Lumpur Sidoarjo ini bisa dibilang agak berbeda dengan perayaan takbir keliling lainnya. Pasalnya, bermacam-macam pertunjukkan seperti menyemburkan api dari mulut yang dilakukan oleh anak-anak, memainkan petasan tradisional yang biasa disebut "Bumbung", seruan takbir yang diiringi oleh marching band yang ala kadarnya, hingga berjoget di tengah jalan. Duka nestapa akibat keganasan lumpur Sidoarjo tersebut, sejenak berubah menjadi canda dan tawa.
Meskipun pertunjukan menyemburkan api dari mulut yang dilakukan oleh anak-anak terlihat berbahaya, akan tetapi mereka melakukannya dengan sempurna bak pemain sirkus ternama. Dengan bergantian, satu per satu anak-anak dengan tangkas menyemburkan api dengan cara meminum minyak gas lalu menyemburkan ke arah obor yang dipegangnya.
Filani, salah satu peserta takbir keliling yang berasal dari Pondok MI Daarul Ulum Sidoarjo, mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam acara tersebut untuk meramaikan acara yang hanya dapat dirayakan satu tahun sekali. "Saya ikut acara ini karena ingin merayakan hari kemenangan dengan bertakbir keliling di sekitar pengungsian Besuki ini", celoteh bocah 12 tahun ini pada Krisnahome.co.cc.T
ak ayal, setiap orang yang melintas di lokasi pun, sontak menghentikan laju motornya seraya tak ingin melewatkan pemandangan yang cukup jarang ditemui tersebut. Banyaknya elemen masyarakat korban lumpur Sidoarjo yang andil dalam perayaan takbir keliling tersebut menjadi suguhan dan kemasan yang unik nan menarik untuk ditonton. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P.)
Label:
Education,
Kisah Inspiratif,
News.Update,
Peristiwa,
Religi
Ekspresi Duka dalam Balutan Kostum Takbir Keliling
Dalam acara takbir keliling yang digelar oleh berbagai elemen masyarakat korban lumpur Sidoarjo ini, ada sebuah pemandangan yang menggambarkan keadaan masyarakat Besuki akibat bencana Lumpur Lapindo. Sebagian para peserta takbir keliling mengekspresikannya dengan takbir keliling menggunakan kostum yang cukup ekstrem.Anak-anak muda ini memakai kostum diantaranya adalah kostum pocong, ustadz, orang utan, waria, dan orang gila. Mereka adalah Crew AIR (Abdi Ilmu Remaja) yang merupakan gabungan dari remaja desa Besuki yang menjadi korban Lumpur Sidoarjo.
Saat ditemui Krisnahome.co.cc, Nur Hamid Koordinator takbir keliling tersebut mengatakan bahwa, "Kami remaja desa Besuki tidak putus asa, kami berusaha bangkit dari keterpurukan yang berkepanjangan ini dengan salah satunya mengadakan pembekalan tentang penanaman tanaman agro bagi remaja desa Besuki", ungkap pria yang saat itu memakai kostum ustadz.Lain halnya dengan Abidin. Salah satu peserta takbir keliling yang memakai kostum putih mencolok dengan balutan make up putih hitam menyerupai pocong. Ia mengaku bahwa kostum yang dipakainyaadalah salah satu wujud dari ekspresi remaja desa Besuki yang tengah geram kepada pihak Lapindo yang tengah menghancurkan masa depannya. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P.)
Label:
Education,
Kisah Inspiratif,
News.Update,
Peristiwa,
Religi
Selasa, 17 Agustus 2010
Semangat 45 bersama Komunitas Cafe Dahlia
Untuk peringati Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 65, Komunitas Cafe Dahlia yang terdiri dari gabungan element masyarakat, dan mahasiswa Stikosa AWS menghelat Upacara Yang digelar di sepanjang Jalan Nginden Intan Timur Surabaya.Upacara yang digelar oleh masyarakat yang menamakan dirinya komunitas cafe dahlia tersebut, bisa dibilang merupakan upacara yang paling pertama, karena digelar tepat pada 17/08 tepat pukul 12.00 malam.
Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai Pembina upacara adalah Suyono Pastra, Pemimpin upacara Syarif Wajabae, Pembaca UUD 45 Dedik Yudi Raharjo, Pembaca Doa Cak Rofiq, MC Protokol Dony Maulana, pengibar bendera merah putih Ardianto, Helmy, dan Aris Ucup, serta pembaca teks proklamasi adalah Reza Nurmansyah.Menurut Suyono Pastra selaku Pembina Upacara, ''Upacara yang dilaksanakan oleh komunitas dahlia cafe ini sudah dilgelar sejak tahun 2005 silam''. Suyono juga menambahkan bahwa, ''Selama ini, upacara yang digelar oleh komunitas cafe dahla pada tiap tahunnya selalu malam hari dan tepatnya pukul 12.00 malam, karena apabila upacara dilaksanakan pagi atau siang hari kemungkinan peserta upacara akan sedikit, mengingat bertepatan dengan bulan puasa. Selain itu pada dasarnya kita-kita ini terbentuk berawal dari sebatas cangkruk'an.'' paparnya.
Sejatinya masyarakat dahlia cafe mempunyai rutinitas dan kesibukan yang bermacam-macam. Di samping itu, momentum kemerdekaan Indonesia yang ke 65 ini juga bertepatan dengan bulan Ramadhan. Kebetulan juga warga cafe dahlia banyak berkumpul saat malam hari.Upacara ini dilakukan dengan proses yang sederhana, mulai dari tiang bendera yang hanya dibuat dari bambu yang ala kadarnya, lokasi upacara yang bertempat di sepanjang jalan raya, serta petugas upacara yang terbentuk secara spontanitas dan sukarela.
Tak jarang sebelum Upacara dimulai, tepatnya pukul 10.00, seluruh warga dahlia cafe tengah melakukan persiapan. Menginjak pukul 11.45, pembina upacara menginstruksikan untuk gladi resik. Saat gladi resik, tampak wajah grogi dari setiap petugas upacara yang saat itu mengajukan diri menjadi petugas relawan upacara secara spontanitas.Setelah waktu menunjukkan pukul 12.00 tepat, upacara yang sesungguhnya pun segera dimulai. Canda tawa saat gladi resik seketika berubah menjadi sunyi. Lantunan lagu Indonsesia Raya yang dinyanyikan oleh semua peserta upacara saat mengiringi sangsaka merah putih pun, seolah menjadi bukti bahwa masyarakat yang tergabung karena cangkruk'an ini juga memiliki rasa nasionalis yang tinggi terhadap bangsa Indonesia.
Melihat rasa nasionalis yang sangat tinggi dari gabungan element masyarakat ini, turut mengundang respon dari para jurnalist baik dari media cetak maupun elektronik untuk mengabadikan moment yang cukup jarang ditemui ini.Hartono salah satu peserta upacara tersebut mengungkapkan bahwa keikutsertaannya pada acara upacara guna memperingati kemerdekaan RI yang ke 65 ini, tak lain untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam perang saat mempertahankan kemerdekaan RI.
''Apa yang kita lakukan saat ini, memang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengorbanan para pahlawan yang gugur dalam medan saat membela negara. Tetapi, dengan mengikuti upacara ini, saya pribadi dan mungkin rekan-rekan lain yang mengikuti upacara ini akan selalu mengingat jasa para pahlawan dan tentunya juga menumbuhkan semangat juang mereka pada dirinya masing-masing''. Pungkas pria yang akrab di sapa Kang Har tersebut pada tim liputan Krisnahome.co.cc.Setelah upacara berakhir dengan komando dari pemimpin upacara, acara dilanjutkan dengan membakar jagung dan ikan sembari menunggu waktu sahur tiba. (Naskah/Foto: Krisna Fajar P)
Label:
Agenda Kota,
Education,
Kisah Inspiratif,
Komunitas,
News.Update
Kamis, 31 Desember 2009
Keceriaan Warnai Outbond PPPA
Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1431 H, Wisatahati Jatim menggelar acara Outbond untuk santri PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al-qur’an) yang bertajuk “Ceria Anak Nusantara” pada Ahad 27/12. Acara yang bertempat di Taman Flora ini, turut mengundang antusias dari para pengunjung yang kebetulan sedang menikmati keindahan salah satu taman yang menjadi andalan masyarakat Surabaya tersebut.
Acara dibuka oleh H. Radityo sebagai Pimpinan Wisatahati Jatim. Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyerahkan seperangkat komputer secara simbolis kepada PPPA Panjang Jiwo yang diwakili oleh Ustadz Nasrullah. Kedepannya, tak hanya PPPA Panjang Jiwo saja yang bakal menerima seperangkat komputer dari Wisatahati Jatim, tetapi seluruh santri binaan akan mendapat jatah yang sama.
Outbond tersebut bertujuan untuk melatih otak kanan yang selama ini jarang dipergunakan. Di samping itu, outbond dengan berbagai macam permainan ini dapat melatih anak agar tidak lari dari permasalahan. Tak tanggung-tanggung, untuk mewujudkan itu semua, Wisatahati Jatim menyewa Bagaskara Adventure Organizer sebagai trainer yang berasal dari Kota Batu Malang.
Antusias peserta outbond cukup tinggi. Sebanyak 39 santriwan dan santriwati PPPA dengan semangat mengikuti serangkaian permainan yang dijadwalkan mulai pagi hingga pukul 2 siang. “Acara ini memang khusus diadakan bagi santriwan dan santriwati PPPA”, ujar Ustadz Purwanto selaku Ketua penyelenggara acara tersebut.
Berbagai macam permaianan pengasah otak diberikan kepada para peserta diantaranya, Flying Fog, Time Bom, dan masih banyak permainan-permainan menantang lainnya. Keceriaan pun terpancar dari wajah para santriwan dan santriwati PPPA saat mengikuti permainan yang disuguhkan oleh para trainer.
Selain itu, guna meningkatkan minat baca santriwan dan santriwati PPPA, Wisatahati Jatim akan mendirikan perpustakaan pada setiap rumah tahfidz dan santri binaan tanpa terkecuali. Program tersebut diharapkan tak hanya mampu mencetak para penghafal Al-qur’an saja, namun penghafal Al-qur’an yang menguasai teknologi dan juga siap di dunia kerja. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P.)
Label:
Agenda Kota,
Education,
News.Update,
Olahraga
Kamis, 19 Maret 2009
Diskusi Public, Sedot Ratusan Audience
Diskusi public yang digelar oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa - AWS), sukses menarik perhatian masyarakat umum, mahasiswa, dan media massa pada, 13/03.Betapa tidak, dengan mengusung tema "Dari Jurnalis Ke Pentas Politik", diskusi tersebut mampu menyedot ratusan audience.
Dalam acara ini, Wakil Walikota Arif Afandi dan Saleh Ismail Mukadar dari Caleg PDIP bertindak sebagai pembicara, sehingga diskusi tersebut menjadi menarik untuk dikonsumsi public. Kedua narasumber tersebut, pernah berprofesi sebagai jurnalis, dan kini merambah ke dunia politik.
Selain itu, hadir pula Bekti Nugroho dari Dewan PERS, serta Pakar politik, Ari Bowo. Tidak ketinggalan, bertindak sebagai moderator, Hendro D Laksono, alumni Stikosa - AWS yang juga memeriahkan diskusi tersebut.
Tak heran, ketika musim pemilu tiba, masyarakat dengan berbagai profesi, tak terkecuali jurnalis, merambah dunia politik. "Pada dasarnya, jurnalis dalam melakukan rutinitasnya juga menyangkut aspek politik, sehingga wartawan punya akses lebih, untuk menuju pentas politik", ungkap Arif afandi, pada Surabayamuda.comTidak jauh beda dengan Arif Afandi, Saleh Mukadar juga berkata, "persoalan idealisme di dalam melakukan pekerjaan kita, menjadi salah satu point untuk memperluas jaringan, karena dengan bekal itu, akan mempermudah akses menuju pentas politik".
Dengan adanya diskusi public bertajuk "Dari Jurnalis Ke Pentas Politik" ini,diharapkan dapat menjawab kegelisahan masyarakat tentang fenomena politik yang sedang terjadi saat ini. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Herman Dewantoro.)
Label:
Agenda Kota,
Education,
News.Update
Jumat, 19 Desember 2008
Guru, Pemeran Utama Dalam Panggung Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu alat atau media untuk mencetak calon-calon pemimpin yang berintelektual. Apabila dalam menjalani proses pendidikan tersebut, tidak ada yang memantau ataupun benar-benar memberikan pengertian yang positif pada murid-murid yang duduk di bangku sekolah dasar, maka semua itu bisa menjadi cambuk yang cukup menyakitkan untuk moralitas para calon intelektual kita.Untuk mengajarkan pendidikan yang baik bagi para murid-murid sekolah dasar, Guru mempunyai berbagai macam mediasi untuk sarana penyampaian ilmu yang diberikan oleh guru kepada muridnya. Memang sudah seharusnya Guru memberikan yang terbaik untuk para calon pemimpin dan para calon intelektual di masa-masa yang akan datang.
Oleh karena itu, peran Guru dalam pendidikan sangat patut diperhatikan oleh pemerintah, karena tugas Guru merupakan tugas yang paling mulia, karena tanpa adanya guru, tidak mungkin tercetak orang-orang hebat seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Abu Rizal Bakrie dan masih banyak lagi.
Seiring dengan berjalannya waktu, pendidikan yang ada di Indonesia mulai meningkat pesat. Seperti halnya pada sarana yang digunakan guru dalam menyampaikan materi yang diajarkannya kepada muridnya. Biasanya, pada zaman dahulu, guru menggunakan black board (Papan tulis hitam) dengan kapur serta penghapus yang terbuat dari kayu untuk mediasinya.
Untuk ukuran sekolah bonafit, dalam menyampaikan materi atau ilmu yang diajarkan kepada muridnya, mereka para Guru sudah menggunakan white board (Papan tulis putih), serta spidol dan penghapus yang khusus untuk menghapus tinta marker. Dan itu hanya beberapa sekolah yang memang mempunyai nilai akreditasi yang cukup tinggi dalam pendidikan.Di era millennium, ada fasilitas terbaru untuk para Guru yang berfungsi untuk meringankan tugas para Guru untuk kebutuhannya sehari-hari. Pada zaman dahulu para guru menggunakan black board dan white board sebagai media penyampaian materi kepada murid-muridnya. Tapi, fasilitas yang dibilang dapat meringankan tugas guru adalah menggunakan infokus dan laptop. Dengan fasilitas tersebut, guru tidak perlu susah-susah untuk menuliskan materi agar dapat di tulis oleh siswa-siwinya.
Guru tinggal membuat konsep silabus untuk pelajaran yang akan diajarkannya besok. Setelah itu Guru harus menulis naskah dengan Power Point di laptop atau komputer rumah, kemudian dilanjutkan dengan disimpan di mini hardisk yang biasa disebut dengan flashdishk. Dengan flashdishk, data apapun, berapapun kapasitasnya, dapat disimpan dan digunakan kapan pun apabila dibutuhkan.
Mungkin masih banyak sarana dan fasilitas yang digunakan oleh para Guru untuk menyampaikan ilmu yang mereka pelajari kepada muridnya. Tetapi baru-baru ini, para Guru dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak didiknya dalam bidang internet.Di Era Globalisasi yang modern ini, tugas para Guru adalah, mengajarkan dan menosialisasikan tentang apa itu internet, dan bagaimana memanfaatkan situs atau layanan yang ada pada dunia maya tersebut. Mungkin bagi sebagian yang beluim mengenal internet, mereka akan mengatakan bahwa internet itu tabu.
Padahal, di dalam dunia internet, sebagian masyarakat dapat lebih mengekspresikan diri dalam bentuk apapun dan semua itu banyak tersedia di dalam dunia internet atau dunia maya. Disamping itu, internet juga banyak membantu masyarakat dalam bidang informasi dan komunikasi.
Selain itu, layanan internet saat ini juga sering dipakai sebagai alternatif untuk berbagai hal yang menyangkut promo / periklanan, karena internet disinyalir mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan sarana promo / periklanan pada media cetak, bando iklan, ataupun baliho-baliho yang tertancap di sejumlah ruas jalan protokol.
Tugas terpenting untuk para Guru adalah, harus mengajarkan murid-muridnya mulai sejak usia dini atau sejak duduk di bangku SD. Karena untuk mencetak calon pemimpin atau calon pengusaha hebat yang akan menghiasi dunia pekerjaan nanti, diperlkukan bekal yang cukup banyak. Oleh karena itu, dunia internet adalah suatu hal utama yang paling mendasar untuk diperkenalkan kepada murid-murid yang masih duduk di bangku SD.
Internet dapat memicu kreatfitas pada siswa yang masih duduk di bangku SD. Karena, di dalam internet, selain terdapat layanan website, email, blog, ternyata untuk siswa SD juga disediakan layanan game online yang dapat mengasah otak para siswa yang memainkannya, karena kebanyakan dalam permaianan game online tersebut, banyak dibutuhkan imajinasi yang cukup tinggi.Di sini, peran terpenting kedua setelah orang tua mereka adalah peran para Guru. Memang layanan dan situs internet merupakan suatu pengetahuan yang baik bagi siswa SD, tetapi sisi negatif yang ada dalam internet, bisa jadi juga akan memicu kenakalan para siswa SD.
Salah satu layanan yang menadi momok bagi orang tua maupun Guru yang ada di Sekolah, saat muridnya di ajarkan bagaimana mengakses internet dan bagaimana menggunakan internet dengan sepantasnya adalah, para siswa SD dengan polosnya, malah membuka situs-situs terlarang seperti situs Porno. Karena mereka masih polos, begitu melihat situs website yang berisi gambar-gambar atau video porno, mereka akan berusaha untuk mengapplikasikan apa yang telah dilihatnya.
Salah satu layanan yang menadi momok bagi orang tua maupun Guru yang ada di Sekolah, saat muridnya di ajarkan bagaimana mengakses internet dan bagaimana menggunakan internet dengan sepantasnya adalah, para siswa SD dengan polosnya, malah membuka situs-situs terlarang seperti situs Porno. Karena mereka masih polos, begitu melihat situs website yang berisi gambar-gambar atau video porno, mereka akan berusaha untuk mengapplikasikan apa yang telah dilihatnya.
Jadi, para Guru harus ekstra lebih hati-hati dan harus senantiasa lebih mengawasi anak didiknya dalam proses belajar, terutama mempelajari tentang ilmu di dunia internet. Dan para Guru harus bisa memberikan pengertian bahwa situs atau website itu hanya bisa di akses oleh orang yang berumur di atas 17 tahun.Tidak hanya itu saja, apabila para murid SD yang di rumah mempunyai atau berlangganan internet, maka para Guru harus mengingatkan atau memberi tahu orang tua mereka agar memperhatikan perolaku anaknya di dalam menggunakan layanan internet, apakah digunakan sebagaimana mestinya atau malah sebaliknya. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Robah-Sketsa Pendidikan.)
Langganan:
Postingan (Atom)
