Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juli 2010

Nikmatnya Menu Steak Ala Nusantara

Bicara tentang masakan Eropa, pasti yang terbayang oleh sobat muda adalah makanan seperti burger, sandwich, spagheti, steak, pizza, dll. Namun, apabila menikmati menu masakan Eropa dengan cita rasa nusantara, sudah pasti terbayang rasanya.

Kali ini, tim liputan krisnahome.co.cc, akan mengajak sobat muda untuk mencicipi masakan eropa ala nusantara. Kampoeng steak adalah salah satu resto yang menyajikan berbagai macam olahan menu special steak yang tentunya dapat mengenyangkan perut sobat muda .

Dalam pengolahannya, Kampoeng steak menu yang dihadirkan pun, menggunakan komponen bahan-bahan lokal yang disesuaikan dengan citarasa nusantara. Steak biasanya berbahan dasar daging sapi, namun resto ini menyajikan steak dengan variasi yang berbeda. Diantaranya, ayam fillet, ikan, udang, lidah sapi, T bone. Selain itu, menu lain yang ditawarkan ada spagheti, nasi goreng dan sapulaga hitam. Dan berbagai pendampingnya, ada jus yang segar, milk shake, dan soft drink.

Yang membuat istimewa dari steak ini, cara penyajiannya pun ditata apik di atas hot plate. Sebelumnya hot plate dibakar di atas bara api, penyajian ini juga bertujuan untuk menjaga agar steak tetap panas selagi disantap. Tambahan toping seperti kentang, wortel, buncis, dan saos sambal semakin menggoda kita untuk segera menyantapnya.

Menu istimewa yang ditawarkan adalah menu kampoeng, yang terdiri dari 3 macam variant sirloint beef, chiken, dan telur dalam satu plate. Untuk menu lainnya ada sirloin beef, thunderloin beef, t bone, dan oxtonge (lidah).

Tekstur daging steak yang empuk, serta dipadu dengan suasana yang kental akan nuansa pedesaan, bertujuan untuk memanjakan sobat muda. Harga yang ditawarkan Kampoeng Steak ini pun, cukup menjangkau kocek sobat muda. Untuk mencicipi sensasi kenikmatan sajian menu steak ala nusantara ini, sobat muda tidak perlu susah-susah mencari lokasi kampoeng stak, karena Kampoeng steak banyak tersebar di Surabaya, seperti di daerah, Nginden, Kupang Jaya, Sepanjang, Semolowaru, dan masih banyak lagi. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P)

Kamis, 05 Februari 2009

Denting Musik, Para Musisi Jalanan

Penat setelah melakukan aktifitas harian? Ya, nongkrong di warung pinggir jalan saat malam hari, dengan ditemani segelas kopi, rokok serta camilan khas warung yang ada di Kota Surabaya, bisa jadi solusi yang tepat untuk sejenak merefresh pikiran setelah seharian melakukan rutinitas.

Setelah Puas disambut dengan suguhan khas warung kopi pada umumnya, sejuknya udara malam dibalut dengan denting gitar, serta lengking suara harmonica, dari para musisi jalanan seakan bersinergi memanjakan anda.

Suasana seperti ini, dapat anda temui di komplek warung kopi yang berada di daerah Pasar Pucang Surabaya. Performent dan talenta dalam hal, memainkan alat musik dan seni tarik suara yang dimiliki musisi jalanan ini, juga tak kalah dengan Performent para Band papan atas Indonesia seperti, ST 12, Kangen Band, SLank Peterpan, Nidji, dll.

Para pengamen pada umumnya, setelah di beri uang, mereka akan berhenti bernyanyi. Tetapi lain halnya dengan pengamen yang selalu setia menghibur para pengunjung di komplek warung kopi pasar pucang Surabaya. Pada dasarnya, mereka adalah para musisi dan seniman yang sangat menghargai seni musik. Jadi, meskipun anda telah memberi uang pada pengamen tersebut, mereka tetap akan melantunkan sebuah lagu sampai habis.

Bagi anda yang ingin mendengarkan lagu dari para penyanyi solo, trio atau band papan atas Indonesia, Kelompok pengamen jalanan yang berada di komplek warung kopi pasar pucang Surabaya, juga menyediakan layanan Request. Hanya dengan Rp.1000, anda sudah dapat menikmati lagu yang anda inginkan, tentunya dengan aransemen khas para musisi jalanan.

Bertandangnya pengamen jalanan ke warung-warung kopi tersebut, juga merupakan berkah tersendiri bagi para pemilik warung kopi. karena, pada dasarnya, pengunjung warung, biasanya tertarik untuk mengunjungi komplek warung kopi pasar pucang Surabaya, karena berharap bertemu para pengamen musisi jalanan tersebut.

Bagi para pengunjung, terutama arek-arek Surabayo, nongkrong saat malam hari, dengan ditemani kopi dan denting musik dari para musisi jalanan, merupakan suatu rutinitas yang haram hukumnya apabila di tinggalkan. Bagi mereka, kegiatan tersebut merupakan sebuah alternatif untuk melepas penat, setelah seharian melakukan aktifitas. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Sultan HW.)

Senin, 22 Desember 2008

Set Menu “Tokoh” Natal di Surabaya Plaza Hotel

Kuliner adalah salah satu kebutuhan yang tak lekang untuk ditinggalkan. Menjelang Hari Natal, tim liputan krisnahome.blogspot.com mencoba memberikan referensi kuliner terbaik dan termewah, tentunya dengan mutu dan kualitas nomor satu.

Christmas Set Menu merupakan serangkaian menu yang dipersiapkan Surabaya Plaza Hotel dalam menyambut Natal tahun ini. Satu set hidangan Natal khas Eropa akan tersedia di CafĂ© Taman, Surabaya Plaza Hotel selama periode 10 Desember 2008 – 5 Januari 2009.

Uniknya, menu-menu yang disajikan akan menggunakan nama-nama tokoh Natal seperti Santa Claus, Rudolf the Red-Nosed, hingga snowman. Set menu yamg terdiri dari salad, sup, dessert, dan Roasted Turkey sebagai hidangan utamanya tersebut, dapat sobat muda nikmati hanya dengan Rp.125.000 /orang.

“Mencari menu kalkun di Surabaya tidaklah mudah. Padahal, ini adalah hidangan yang wajib disantap saat natal. Karena itu kami mempersembahkan menu bagi seluruh keluarga yang ada di Surabaya. Untuk anak-anak pasti juga akan menyukai pumpkin soup yang kami sajikan, karena mangkoknya terbuat dari roti, sehingga bisa dimakan. Apalagi dessert juga kami bentuk menyerupai Rudolf the Red-nosed Reindeer”. Pungkas Chef Eko, Executif Chef baru SPH.

Eko Sugeng Purwanto, adalah Executif Chef baru di SPH. Setelah bertahun-tahun menekuni dunia kuliner, Chef Eko, demikian ia biasa dipanggil, akhirnya berlabuh ke SPH. Chef Eko memulai karirnya di dunia kuliner selepas menyelesaikan pendidikan di Akademi Pariwisata & Perhotelan Surabaya (1979-1982).

Pria kelahiran 10 Oktober 1960 tersebut mengawali kiprahnya dengan berkelana dari satu hotel, ke hotel lain di Surabaya. Akhirnya pada tahun 1994, Chef Eko berkesempatan hijrah ke Jogja sebagai Oriental Chef di hotel Melia Purosani. Setahun kemudian Chef Eko bergabung ke Radisson Plaza Suite Hotel Jogjakarta (1995-2006) sebagai Food & Beverage Manager. Hotel yang sejak tahun 2003 berubah nama menjadi Jogjakarta Plaza Hotel tersebut merupakan bagian dari Prime Plaza Hotel & Resorts, yaitu jaringan perhotelan yang juga membawahi SPH.

Dari perhotelan, rupanya Chef Eko ingin mencoba dunia lain. Akhirnya pun mampir ke Intrafood Catering Offshore Onshore (2006-2008) sebagai Operational Manager. Tapi kecintaannya pada dunia perhotelan memaksanya kembali ke Surabaya.

Ayah dua putra ini memang sangat mencintai bidang masak-memasak. Baginya, dunia tersebut penuh tantangan. “Sangat menantang ketika dituntut untuk menyiapkan hidangan dengan serba tepat. Tepat bahan, tepat rasa, juga tepat waktu”. Ujar Chef Eko. “Memasak itu menurut Saya, juga bagian dari seni. Karena masakan tidak hanya dilihat deari segi rasa, tapi juga keindahan tampilannya”. Imbuhnya.

Sebagai Executif Chef, Eko bertanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produk food & beveragedi SPH. Dalam bekerja, Chef Eko selalu berusaha untuk disiplin dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya. “Saya akan terus menggali potensi yang ada di dalam diri Saya maupun rekan-rekan sejawat yang ada di SPH”. Ungkapnya. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Bambang Tri Nugroho - Koresponden Surabayamuda.com)



Senin, 08 Desember 2008

Gulai Kacang Ijo Maryam

Kacang ijo merupakan salah satu kacang-kacangan yang paling sering dikombinasikan dengan semua masakan yang nikmat dan biasa disantap oleh semua kalangan. Meskipun bentuknya kecil, dan berwarna hijau kekuning-kuningan, kacang ijo juga bisa dikreasikan layaknya makanan lain.

Salah satunya warung milik Nur Azizah (27). Warung kaki lima yang mangkal di daerah ampel ini menyediakan hidangan kaca
ng ijo yang sangat unik yaitu gulai kacang ijo roti maryam. Menu unik berupa irisan daging sapi masak yang disuguhkan dengan siraman kuah gulai berisi kacang ijo dan lontong serta irisan roti maryam

Nur Azizah mulai membuka warung Gulai Kacang Ijonya semenjak 30 tahun lalu, atau tepatnya kisaran tahun 1977. “ Awalnya usaha ini turunan dari Mbah saya, dulu Mbah pakai pikulan buat njajakin gulainya “, terang Azizah. Soal warna dan naroma Gulai Kacang Ijo tak jauh berbeda dengan gulai pada umumnya. Hanya saja,. Azizah menambahkan Kacang Ijo dan bumbu khusus pada gulainya. Hmm... apa ya?

Keunikan lain dari Gulai Kacang Ijo ini juga terlihat dari penyajiannya yang khas. Pasalnya, ketika menyantapnya SobatMuda tidak terpaku memadukan dengan nasi atau lontong seperti biasanya. Kita dapat menyantap Gulai Kacang Ijo dengan sejumlah potongan Roti Maryam. “Hal itu dimaksudkan untuk menarik pengunjung agar lebih tertarik untuk singgah di warung kami“, ungkap wanita bertubuh subur ini.

Harga satu porsi Gulai Kacang Ijo milik Azizah ini terbilang cukup murah. Hanya dengan merogoh kocek 3000 rupiah, SobatMuda sudah dapat menyantap satu porsi Gulai Kacang Ijo racikan Azizah. Bila ditambah Roti Maryam, maka tak perlu khawatir, hanya menambah 1000 rupiah per potongan rotinya

Selama ini banyak pembeli yang percaya bahwa Gulai Kacang Ijo dapat menambah stamina. “Menunya lumayan, habis makan gulai ini, Saya tambah segar dan fit lagi“, ungkap Nur Hanafi (57), yang mengaku berlangganan Gulai Kacang Ijo sejak tahun 1997.

Warung gulai kacang ijo roti maryam milik azizah ini buka setiap hari, tepatnya seusai sholat subuh sampai sekitar pukul 10 malam. Tetapi lain halnya pada bulan puasa, sekitar jam 08 malam, dipastikan menu unik ini sudah habis diserbu pelanggan-pelanggan setianya. Berminat? (Naskah / Foto : Krisna Fajar P)


Senin, 19 Mei 2008

Unilever Dukung Visit Indonesia Lewat Jajanan Bango

Festival Jajanan Bango (FJB) yang digelar di Stadion Brawijaya Surabaya berlangsung cukup meriah. Acara yang bertajuk FJB ini merupakan keempat kalinya yang sudah diselenggarakan oleh PT Unilever Indonesia melalui merek kecap andalannya, yaitu bango.

FJB digelar di tiga kota besar di Indonesia, setelah Surabaya, selanjutnya FJB akan digelar di Bandung (Jawa Barat), menyusul kemudian sebagai acara puncak, FJB akan hadir selama 2 (dua) hari di Jakarta. “Melalui Festival Jajanan Bango, kami ingin mengajak masyarakat luas untuk melestarikan aneka makanan tradisional yang sudah dikenal luas dan dinikmati secara turun-temurun dimana keberadaannya saat ini kalah populer dengan makanan siap saji dari mancanegara,” ucap Memoria Dwi Prasita, Manajer Merk Bango, yang akrab disapa Memor.

Sesuai dengan tema pilihan, FJB kali ini akan menghadirkan 80 makanan tradisional khas dari kota setempat. Dan masih ditambah lagi partisipasi dari 8 duta Bango dari luar kota. Para penjaja makanan yang akan tampil di FJB tahun ini mewakili kota Surabaya, Jakarta, Bandung, Malang, Yogyakarta, Makassar, Bogor, Solo, dan Medan.

“Digelarnya FJB juga sebagai upaya Bango untuk ikut serta dalam mensukseskan program Visit Indonesia Year 2008 melalui wisata kuliner. Dengan lebih menghidupkan kegiatan kuliner melalui ajang FJB, diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia,” Jelas Okty.”Kami menyadari bahwa makanan adalah bagian dari budaya dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi dan yang ikut serta dalam FJB.” imbuhnya. [Krisna Fajar P] [Foto : MA Sutomo].