Selasa, 06 Juli 2010

Gelitik Aksesoris berbahan dasar Kulit

Tanggulangin merupakan salah satu daerah yang terkenal akan centra kerajinan tangan / handycraft yang menjadi pendomplang pundi-pundi perekonomian kota Sidoarjo.

Tas, dompet, jaket, sandal, dan ikat pinggang yang terbuat dari kulit hewan mulai dari sapi, domba, dan hewan melata pun, banyak terdapat di lokasi tersebut. Salah satunya adalah Permata Tanggulangin Collection. Ruko yang berada di Komplek Pertokoan Permata Sidoarjo Blok R3 No.46-52, menyediakan banyak varian produk-produk kebutuhan wanita mulai dari tas remaja, anak ABG, ikat pinggang, sandal, dompet, dll.

Permata Tanggulangin Collection juga sangat memanjakan para pelanggan setianya. ''Dalam hal fasilitas, kami cukup memanjakan para pelanggan dengan menyediakan lahan parkir yang sangat luas, kira-kira cukup untuk 72 bus. Selain itu, tepat di sebelah ruko kami juga terdapat kolam renang.'' ungkap H.Nuryono selaku pemilik dan pengelola Permata Tanggulangin Collection.

Menurut H.Nur, ''Arti permata pada nama brand Permata Tanggulangin Collection ini, mempunyai filosofi mudah dikenang''. Menurutnya, setelah berkunjung ke gerainya, maka para pelanggan tersebut, akan selalu ingat dan ingin kembali lagi.

Pertama masuk, mata kita disambut oleh tata ruang yang benuansa elegan dipadu dengan kilau lampu kuning yang mengesankan. Berbagai macam tas dan dompet, ditata apik dengan tujuan supaya para pelanggannya dapat leluasa memilih produk yang sesuai dengan keinginannya.

Pria kelahiran Sidoarjo, 24 Agustus 1960 silam ini, mulai merintis usahanya sejak 1992 hingga sekarang. “Dulu sejak tahun 1992 – 2000 lalu, gerai saya berada di dekat intako, dan pada tahun 2000 - 2004, ada di daerah Wijaya Abadi, Tulangan, dan tahun 2004 – sekarang saya fokuskan di Perum. Permata Sidoarjo ini”. kata H.Nur.

''Alhamdulillah, hingga saat ini, 75% produk yang kami buat dijual ditoko, dan selebihnya di distribusikan ke luar kota, luar pulau, maupun luar negeri, tepatnya di Malaysia'', ujar suami dari Sukarsih pada tim liputan www.krisnahome.co.cc.

Ribuan model aksesoris berbahan dasar kulit yang bervariasi, memudahkan para pelanggan untuk memilih produk sesuai dengan keinginannya. “Untuk model tas, kami selalu update dan mengikuti trend masakini melalui browsing internet, agar tidak ketinggalan mode tentang bentuk dan model tas terkini,” tandasnya..

Untuk tas wanita yang terbuat dari kulit, dibandrol mulai harga 300 ribu hingga 800 ribu. Selain tas, ikat pinggang maupun dompet berbahan kulit binatang herbivora, anda juga dapat memesan produk yang terbuat dari kulit hewan melata seperti ular. ''Untuk tas wanita, ikat pinggang, sandal, atau dompet berbahan dasar kulit ular juga dapat dipesan di sini, dan tidak perlu kuatir soal legalitas, karena ketika kami membeli bahan dasar kulit ularnya, kami juga sudah mengurus perijinannya.'' pungkasnya.

Permata Tanggulangin Collection buka mulai jam 8 pagi hingga jam 8 malam. Apabila anda berminat dan ingin membeli produk-produk tas, ikat pinggang maupun dompet cantik berbahan dasar kulit, langsung saja datang ke Permata Tanggulangin Collection, Komplek Pertokoan Permata Sidoarjo Blok R3 No.46-52. Toko : Telp. 031-7050 1775, Flexi. 031-7096 0003, Fax. 031- 8066 744 atau email : hm_nuryono@yahoo.co.id. Anda juga dapat mencari informasi melalui website dengan mengklik www.permatatanggulangin.com. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P)

Rabu, 05 Mei 2010

Gapai Kesuksesan dengan Menyeimbangkan Dunia dan Akhirat

Di dalam dunia usaha, wajib hukumnya untuk menyeimbangkan dua unsur antara dunia dan akhirat. Bekerja dengan jujur, rutin menunaikan ibadah shalat dhuha, dan gemar bersedekah, insyaallah pintu kesuksesan akan terbuka.

Untuk menjadi seorang entrepreneur sukses, banyak cara yang bisa dilakukan. Seperti halnya Ir. H. Erie Setyahadi. Pria yang dikarunia dua orang putra dan putri ini, mempunyai semangat dan jiwa militansi yang sangat tinggi. Meskipun saat umur 4 tahun Erie sudah ditinggal sang Ayah dan menjadi anak yatim, tetapi semua itu tidak menyulutkan semangat pria berkacamata ini untuk membuka peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Terbukti, pada tahun 2000 lalu, Erie sukses mendirikan usaha percetakan dan desain grafis yang diberi nama Salsabila. Nama Salsabila dikutip dari nama anak sulungnya yang saat itu lahir pada tahun 2000 juga yaitu, Salsabila Carissa Rianchika.

Saat Erie duduk di bangku SMA, tepatnya pada tahun 1981, ia bersama kakaknya mulai merintis usaha dibidang konveksi. Hasil produksi kaos yang notabene menjadi awal mula dan inspirasi Erie tersebut, juga dibawa dan dipasarkan ke sekolahnya.

Setelah sukses dengan usaha tersebut, pada tahun 2000, Erie membuka usaha dibidang percetakan dan desain grafis meliputi, kartu nama, kop surat, faktur, undangan, memo, banner, ID card, kalender, brosur, stiker, umbul-umbul, aneka macam souvenir, tabloid, majalah, dll.

“Usaha percetakan dan desain grafis yang saya buka pada tahun 2000 itu, bisa dikatakan hanya menggunakan modal niat. Dengan budged yang sangat minim, saya memberanikan diri untuk membuka usaha percetakan.”, ungkap Erie pada tim liputan Krisnahome.co.cc.

Pria yang lahir pada 1979 silam ini menambahkan bahwa, “dalam membuka usaha, modal bukanlah hal yang utama, tetapi lebih pada kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita. Karena menurutnya, kepercayaan merupakan langkah awal untuk mencapai kesuksesan.

Kesuksesan Suami dari Hj. Kustiani ini, tak luput dari restu dan doa Ibundanya. Melalui Kekhusyukkan doa yang dipanjatkan Ibunya kepada Allah SWT tiap harinya, diyakini Erie sebagai salah satu stimulus yang membuat dirinya sukses sampai saat ini. “Bisa dikatakan kesuksesan saya ini berkat doa dari Ibu saya, karena setiap hari seusai shalat, Ibu selalu mendoakan saya supaya usaha yang saya geluti berhasil. Alhamdulillah, sampai saat ini saya sudah memanen benih kesuksean yang telah saya tanam”, terangnya.

Selain itu, Erie tidak pernah lupa dengan amalan bersedekah yang dianjurkan oleh Ust.Yusuf Mansur. Setiap jumat legi, ia melakukan ziarah ke makam Sunan Ampel dan membagikan sejumlah uang kepada kaum dhuafa yang ada di sekitar komplek makam. “Alhamdulillah dengan bersedakah saya tengah merasakan berkahnya seperti, percetakan Salsabila yang sudah 10 tahun ini tidak menggunakan Marketing. Saya istilahkan merketing saya adalah malaikat. Dengan kita bersedekah, Allah SWT menjamin akan mengembalikan 10 kali lipat, tentunya dengan bentuk rezeki yang tidak kita duga”, pungkasnya.

Erie berpesan, “untuk meraih kesuksesan dalam sebuah usaha, kita harus bekerja dengan jujur, dan tidak menggunakan hasil yang diperoleh dari usaha kita tersebut untuk hal-hal yang negatif, seperti minum-minuman keras, narkoba, dll, karena apabila kita melakukan itu, maka pintu kesuksesan akan menjauh dari usaha kita”. (Naskah : Krisna Fajar P / Foto : Robbah M)

Minggu, 14 Februari 2010

Keajaiban Silaturohim bersama Ustadz Yusuf Mansur

Tausyiah Akbar bersama ustadz kondang Yusuf Mansur, yang digelar oleh Wisatahati Perwakilan Jatim, berhasil menarik animo warga Surabaya. Terbukti, ratusan para jamaah tersebut, membanjiri Gedung Indosat Kayun, yang menjadi lokasi di mana tausyiah tersebut dilaksanakan.

Acara yang agak molor dari jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia tersebut, tidak sedikitpun menyulutkan antusias para jamaah ustadz yang notabene menjadi pendiri gerakan Program Pembibitan Penghafal Al-Qur'an (PPPA).

Ketika waktu shalat maghrib tiba, jamaah pun melakukan shalat maghrib berjamaah yang dipimpin oleh ustadz Daud dari Wisatahati Perwakilan Jatim. Begitu juga dengan shalat isya'. Akan tetapi, shalat isya'nya dipimpin oleh ustadz Syaikhuddin, tentunya juga dari pihak Wisatahati Perwakilan Jatim.

Sembari menunggu kedatangan ustadz keren ini, di awal acara tausyiah, pihak indosat sebagai sponsorship memberikan dorprize bagi para jamaah yang dapat menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari panitia, terkait pengetahuan jamaah seputar indosat.

Tepat pukul 08.00 malam, ustadz Yusuf Mansur beserta rombongan dari Wisatahati Perwakilan jatim, sampai di gedung Indosat Kayun. Ketika ustadz memasuki pintu gedung, banyak jamaah yang menyambut dan ingin berjabat tangan dengan ustadz asli betawi ini.

Tak buang-buang waktu, ustadz segera naik ke panggung dan segera menyapa para jamaahnya yang sejak pukul 06.00 membanjiri Gedung Indosat Kayun. Dalam tausyiahnya kali ini. ustadz Yusuf Mansur mengangkat tema tentang "Keajaiban Bersilaturohim".

Tausyiah yang disampaikan oleh ustadz Yusuf Mansur, mempunyai makna yang cukup dalam, yaitu tentang pentingnya kita membina silaturahmi dengan tetangga kita. "Inget ama tetangga, jangan kalo lagi susah aja, kalo beli kulkas dua pintu, jangan lupa yang satu pintu kasi tuh, ke tetangga, insyaallah dapet barokah", seru Ustadz dengan nada bercanda khasnya.

Canda tawa mewarnai seiring perjalanan waktu tausyiah ustadz. Tak sedikit pula raut wajah serius yang terlihat saat acara tausyiah berlangsung. Sesekali ustadz turun dari panggung dan mulai mendekat kepada para jamaah, para jamaah pun tak mau melewatkan waktu tersebut untuk mengabadikan wajah ustadz yang juga pendiri yayasan Wisatahati ini.

Sebelum acara tausyiah ditutup, ustadz Yusuf Mansur mengajak para jamaah yang hadir agar sejenak menundukkan kepala untuk berdoa kepada Allah SWT. Ketika ustadz mulai membacakan doa, deru tangis dari para jamaah, seolah membuat suasana Gedung Indosat menjadi suatu moment yang sangat mengharukan.

Di penghujung acara, tak ketinggalan ustadz Yusuf mengajak para jamaah agar sedikit meluangkan hartanya untuk bersedekah. Acara tersebut memang sudah biasa dilakukan oleh ustadz, seusai melakukan tausyiah. Dari donasi sedekah yang terkumpul tersebut, nantinya akan disalurkan bagi penghafal Al-Qur'an PPPA.

Sebelum ustadz meninggalkan lokasi tausyiah, para jamaah yang hadir rela berdesak-desakkan dengan jamaah lain untuk meminta tanda tangan dan berfoto bersama ustadz Yusuf Mansur. Selain itu, beberapa kejutan juga disediakan jamaah dengan memberikan hadiah secara langsung untuk ustadz. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P.)

Senin, 01 Februari 2010

Atmospher Geisha Guncang Surabaya

Terkait ajang pamer terbesar vendor-provider-consumer product celuler & IT Exhibithion 2010 yang dihelat oleh Tabloid News Ponsel, berlangsung semarak. Pasalnya, dalam acara ini, berbagai merk hanpdphone china, seolah bersaing untuk menarik pembeli dan mendapatkan rating terbaik di kelasnya.

Tidak ketinggalan, berbagai macam varian acara seperti, adu playstation 2, band competition, dsb juga disuguhkan untuk membuat para pengunjung nyaman seolah tak ingin meninggalkan lokasi pameran.

Acara tersebut turut dimeriahkan oleh band asal Jakarta yang menamakan dirinyaGeisha. Siapa yang tak kenal Geisha. Grub band yang tergolong baru di blantika musik indonesia ini, sontak mengguncang Surabaya pada, Senin, (01/02). Bertempat di Gramedia Expo Surabaya, band yang tenar lewat hitsnya yang berjudul "Jika Cinta Dia' ini, hadir dengan performent terbaiknya saat menghibur para fansnya.

Dalam acara ini, band yang lahir lewat ajang pencarian bakat yang digelar oleh salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia ini, menyanyikan 7 lagu andalannya untuk membius fansnya yang ada di Surabaya. Geisha diperkuat oleh anak-anak muda energik seperti, Momo(vocal),Roby(guitar)leader,Aan(drum), Amek(keyboard) dan Bernard(bass).

Saat Geisha menyanyikan lagu yang berjudul "Jika Cinta Dia", para penonton, panitia, dan semua elemen masyarakat yang hadir, tanpa terkecuali ikut menyantikan lagu tersebut.Atmospher Gramedia Expo pun, larut dalam keheningan lagu yang menjadi andalan band asal Pekanbaru tersebut.

Ribuan penonton yang hadir dalam acara tersebut, seakan menjadi bukti akan animo warga surabaya dalam hal seni permusikan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BIG FORCE GUARD sebagai pemegang kendali keamanan pun, sigap dalam mengatasi semua permasalahan yang terjadi selama acara berlangsung.

Meskipun terhalang oleh pintu pembatas stage dan BIG FORCE GUARD sebagai pemegang kendali keamanan, para penonton, tak sungkan-sungkan untuk mengabadikan moment ini pada handphone (HP) pribadi mereka.

Tepat dipenghujung acara, News Ponsel yang bekerjasama dengan FLexi sebagai sponsor utama, mengadakan pengundian potongan tiket yang terkumpul dari para pengunjung untuk ditukarkan dengan 2 unit sepeda motor. Tentunya dengan beberapa saksi dari pihak news ponsel, flexi, notaris, dan kepolisian untuk legitimasi dari potongan tiket tersebut. (Naskah : Krisna Fajar P / Foto : Krisna Fajar P.)



Rabu, 13 Januari 2010

Broadcaster Handal Asal STIKOSA AWS

Sebuah militansi dalam perjalanan hidup, tengah menorehkan keyakinan dan pemahaman tentang makna kesuksesan. Belajar, fokus dan selalu konsisten dengan sesuatu hal yang akan dituju, membuat pria bernama lengkap Freddy Purnama Putra ini menjadi salah satu Broadcaster yang patut dijadikan teladan bagi rekan-rekan seprofesinya di sebuah televisi lokal Surabaya.

Berawal dari rekomendasi seorang teman yang bekerja sebagai EO (Event Organizer), pria yang juga mahasiswa STIKOSA AWS angkatan 2006 ini mulai meniti karir. Awalnya hanya sebagai reporter dan Campers (Camera Person) suatu program acara di sebuah televisi lokal bernama JTV. “Program pertama yang aku garap tuw, selendang ama up close”, ungkap Freddy

Dilematis mahasiswa Almamater Wartawan Surabaya (AWS), seringkali muncul ketika ditanya harus memilih kuliah atau bekerja. Meskipun akhirnya rata-rata bekerja menjadi prioritas pertama dalam meniti karir, Freddy tetap berusaha balance dengan dua kegiatan yang tak mungkin dapat bersinergi tersebut.

Semakin lama bergelut dalam dunia broadcast, karir pria yang punya hobby makan nasi bebek ini semakin melejit. Tak ayal, pada tahun 2007 jabatan sebagai assisten producer pada beberapa program pun berhasil digenggamnya. Hal itu membuat Freddy harus memilih fokus antara kuliah atau bekerja. Setelah mempertimbangkan semuanya, akhirnya, bekerja menjadi pilihan yang dinilai cukup bijak olehnya.

“Meskipun sementara ini kuliah saya harus mandek, tetapi dalam pikiran saya masih terbersit untuk segera menuju bangku kuliah lagi, dan mengejar ketertinggalan agar dapat menyusul teman-teman angkatan saya yang bentar lagi mau wisuda.” kata pria yang mempunyai zodiac Aquarius ini.

Di sela kesibukannya, banyak pengalaman mengesankan yang diraih oleh pria alumnus SMA Dharma Wanita tahun 2003 ini.. Salah satunya adalah ketika meliput acara Jakk Jazz di Jakarta. “Gimana nggak mengesankan, lha wong pertama kali liputan ke Jakarta, truz nara sumbernya juga orang Londo, yah mau nggak mau harus belajar bahasa inggris.” tutur Freddy dengan senyum khasnya.

Selain pengalaman mengesankan, pengalaman yang mengenaskan pun juga turut mewarnai perjalanan karir pria yang juga anggota organisasi Surabayamuda.com ini. Dapat sobat muda bayangkan, saat pertama kali terjun sebagai reporter, dia harus mengoperasikan kamera handycam yang notabene LCD dan View Fender nya rusak. “Sebenarnya di JTV hal itu kerap di alami oleh reporter baru. Tetapi itu semua merupakan rangkaian belajar agar nantinya reporter-reporter di JTV menjadi handal dan tahan banting.” tegas Freddy.

Tak lama kemudian, televisi lokal tempat Freddy bekerja sedang merancang suatu strategi untuk membuat televisi yang mempunyai segmentasi anak muda. Pada tahun 2008, SBO TV pun terlahir ke dunia broadcast dengan branding dan formula baru, tentunya dengan Freddy sebagai tim dibalik suksesnya televisi tersebut.

Setelah anak pertama dari dua bersaudara ini pindah ke SBO TV, puncak karirnya semakin terlihat. Betapa tidak, beberapa jabatan yang mungkin menjadi idaman para broadcaster berhasil digapainya. Diantaranya seperti producer assistand pada program Drive Thru, floor director pada program X2 (Xuka-Xuka), Hingga Producer pada program Request on the street.

Berkat ketekunan yang selalu menjadi prinsip hidupnya, saat ini Freddy menjadi producer pada sebuah program acara bertajuk Honda The Adventure & Yamaha my Xpression, yang merupakan wujud kerjasama antara SBO TV dengan beberapa jenis produk sepeda motor. Acara tersebut notabene menjadi program andalan SBO TV.

Untuk para sobat muda, Freddy berpesan agar jangan pernah ragu atau menyerah untuk mencapai tujuan dan impian yang akan ditempuh. Karena sesungguhnya dibalik cobaan yang menghadang, puncak kesuksesan akan terlihat, dan disaat itulah kita harus menggapainya. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Dok.Fredy.)

Kamis, 31 Desember 2009

Keceriaan Warnai Outbond PPPA

Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1431 H, Wisatahati Jatim menggelar acara Outbond untuk santri PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al-qur’an) yang bertajuk “Ceria Anak Nusantara” pada Ahad 27/12. Acara yang bertempat di Taman Flora ini, turut mengundang antusias dari para pengunjung yang kebetulan sedang menikmati keindahan salah satu taman yang menjadi andalan masyarakat Surabaya tersebut.

Acara dibuka oleh H. Radityo sebagai Pimpinan Wisatahati Jatim. Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyerahkan seperangkat komputer secara simbolis kepada PPPA Panjang Jiwo yang diwakili oleh Ustadz Nasrullah. Kedepannya, tak hanya PPPA Panjang Jiwo saja yang bakal menerima seperangkat komputer dari Wisatahati Jatim, tetapi seluruh santri binaan akan mendapat jatah yang sama.

Outbond tersebut bertujuan untuk melatih otak kanan yang selama ini jarang dipergunakan. Di samping itu, outbond dengan berbagai macam permainan ini dapat melatih anak agar tidak lari dari permasalahan. Tak tanggung-tanggung, untuk mewujudkan itu semua, Wisatahati Jatim menyewa Bagaskara Adventure Organizer sebagai trainer yang berasal dari Kota Batu Malang.

Antusias peserta outbond cukup tinggi. Sebanyak 39 santriwan dan santriwati PPPA dengan semangat mengikuti serangkaian permainan yang dijadwalkan mulai pagi hingga pukul 2 siang. “Acara ini memang khusus diadakan bagi santriwan dan santriwati PPPA”, ujar Ustadz Purwanto selaku Ketua penyelenggara acara tersebut.

Berbagai macam permaianan pengasah otak diberikan kepada para peserta diantaranya, Flying Fog, Time Bom, dan masih banyak permainan-permainan menantang lainnya. Keceriaan pun terpancar dari wajah para santriwan dan santriwati PPPA saat mengikuti permainan yang disuguhkan oleh para trainer.

Selain itu, guna meningkatkan minat baca santriwan dan santriwati PPPA, Wisatahati Jatim akan mendirikan perpustakaan pada setiap rumah tahfidz dan santri binaan tanpa terkecuali. Program tersebut diharapkan tak hanya mampu mencetak para penghafal Al-qur’an saja, namun penghafal Al-qur’an yang menguasai teknologi dan juga siap di dunia kerja. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P.)



Sabtu, 26 Desember 2009

Kerajinan Kaca Pyrex, begitu Menawan Hati

Membuat kerajinan tangan memang harus mempunyai daya imajinasi yang cukup tinggi. Kerajinan tangan atau handicraft umumnya terbuat dari kayu, logam, dan tanah liat. Namun handicraft yang satu ini menggunakan bahan baku kaca, yaitu kaca pyrex. Sebuah karya seni yang sekilas mirip dengan kristal ini, mulai berkembang dan tengah memiliki para pelanggan tetap, baik dari kalangan biasa, artis, maupun pejabat.

Sebut saja Andi. Pria yang menjadi salah satu korban amukan Lumpur Lapindo ini, mencoba peruntungan wirausaha dibidang pembuatan karya seni yang begitu menawan hati, tentunya berbahan dasar kaca pyrex. Lewat tangan terampil pemuda Sidoarjo ini, kerajinan tangan kaca pyrex, patut disejajarkan dengan produk dari luar negeri. Karena detail, kehalusan, ketelitian dalam pengerjaannya. Pria Lulusan SMK 1 Sidoarjo tersebut, mengatakan bahwa, “Kaca pyrex dipilihnya, karena kilau yang dipancarkan hampir tidak bisa dibedakan dengan kaca kristal”.

Produk yang telah dihasilkan sampai saat ini adalah, beraneka macam company award, souvenir (pengantin/seminar), cenderamata, aksesoris, trophy (bentuk orang, logo company), hiasan interior, kado hadiah dan berbagi macam miniatur hewan.

Sebenarnya, kaca pyrex merupakan bahan dasar daripada alat-alat laboraturium. Akan tetapi, ditangan bapak satu anak ini, kaca pyrex dalam waktu kurang dari 20 menit, dapat disulap menjadi berbagai karya seni dengan aneka jenis dan bentuk yang tentunya mempunyai nilai seni dan harga jual yang tinggi.

“Waktu itu saya dikirim ke Kuala Lumpur oleh perusahaan untuk mendalami seni kerajinan ini. Tiga tahun saya di sana. Dua tahun menerima pelajaran dasar dan setahun belajar mengahayati imajinasi,” ujar Andi, yang sekarang telah membuka gerai sendiri. “Saya bingung ketika pulang ke Surabaya, perusahaan yang mengirim saya ternyata sudah tidak ada alias bangkrut,” tambahnya.

Tekhnik pembuatan kerajinan kaca pirex ini, dengan cara di bakar pada suhu tinggi, tepatnya di atas 750 derajat celcius, sehingga bahan baku mudah untuk dibentuk sesuai keinginan. Sifat kaca yang isolator sangat membantu dalam pengerjaan, karena kaca tidak mengahantarkan panas. Lama pengerjaan tergantung dari kesulitan bentuk. “Yang paling rumit biasanya memakan waktu 3 jam lebih,” kata Andi.

Untuk sebuah karya yang mempunyai nilai seni tinggi, harga produk kaca pyrex ini tergolong cukup murah, mulai dari Rp.15.000 hingga Rp.2.500.000. Netha Art & Craft yang dibangun oleh Andi, juga melayani pesanan berbagai macam bentuk. Kualitas karyanya tidak perlu diragukan lagi.

Bagi anda yang berminat, bisa langsung datang ke kantor Netha Art & Craft di Perum Magersari Permai Blok A-6 Sidoarjo. Bagi anda yang berada di Surabaya, Andi juga membuka showroom di Royal Plasa (craft center) LG no AA 1-18. Selain itu mereka juga memiliki showroom hasil kerja sama dengan instansi pemerintahan seperti di Disperindag Jatim dan Dekranas Sidoarjo. Pemesanan secara online juga bisa dilakukan melalui website www.nethacfrat.indonetwork.co.id. Netha Art & Craft memberikan layanan antar bagi pelanggan di sekitar Surabaya dan Sidoarjo saja. (Naskah/Foto : Krisna Fajar P.)