Senin, 08 Desember 2008

Pesona Indah Bendungan Selorejo

Bicara soal jalan-jalan, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak tempat wisata yang unik nan indah. Kali ini, tim liputan krisnahome.blogspot.com akan kembali mengajak sobat muda untuk berwisata menuju bendungan Selorejo yang berada di selatan provinsi Jawa Timur, tepatnya di daerah Kabupaten Malang. ]

Bendungan Selorejo merupakan bagian dari kecamatan Ngantang kabupaten Malang. Tempat wisata yang satu ini cukup indah dan menarik, disamping lokasinya cukup dekat yaitu di daerah malang, rute perjalanan menuju Bendungan Selorejo pun juga sangat menegangkan, pasalnya sobat muda harus melewati jalan panjang yang berliuk-liuk, hingga dapat membuat sobat muda mabuk darat.

Sisi menarik lainnya dari bendungan Selorejo adalah keunikan cuaca, pasalnya walaupun cuaca sedang panas, lokasi wisata ini tetap mendung dan udara khas kota malang yang dingin menusuk tulang menjadi pesona tersendiri untuk membuat para pengunjungnya merasa berat hati untuk meninggalkan bendungan Selorejo.

Disamping itu, apabila sobat muda datang bersama rombongan keluarga, sobat muda dan rombongan juga bisa menikmati indahnya bendungan yang
menjadi salah satu tempat wisata andalan kota Malang ini dengan menyusuri semua lokasi bendungan menggunakan perahu khas warga desa Selorejo. Hanya dengan tarif Rp.40000, sobat muda dan rombongan dapat menyusuri semua lokasi bendungan tanpa terkecuali.

Selain menyusuri semua lokasi bendungan dengan perahu, sobat muda juga jangan pernah melewatkan makanan khas bendungan Selorejo yaitu wader goreng sambal. Makanan ini merupakan gabungan dari komposisi, ikan wader (bader) yang masih kecil, digoreng kering lalu disiram dengan bumbu sambal terasi khas desa Selorejo. “Pokoknya, dijamin mak nyuzz”. (Naskah / Foto : Krisna Fajar P.)

Perang Tarif Seluler Tidak Sesuai Faktanya

Perang tarif antar operator telepon seluler kian merebak, untuk menarik perhatian para pengguna jasa telekomunikasi tersebut, masing-masing operator telepon seluler memberikan iming-iming tarif murah dengan segala fasilitas dan sarana yang lebih memadai. Dimulai dengan janji memberikan gratis pesan singkat (SMS), sampai percakapan murah ke seluruh Nusantara, atau bebas roaming.

Service dan Fiture baru yang ditawarkan operator seluler juga menjadi salah satu strategi brilian untuk memikat para calon pengguna jasa selulernya. Bahkan tak heran apabila terdapat banyak baliho iklan promo tarif seluler yang berderet di sepanjang ruas jalan-jalan di pusat Kota.

Promo terbaru dari para operator telepon seluler yakni, mereka menggunakan sistem paket kartu SIM dengan ponsel tentunya dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan harga ponsel di pasaran. Jadi para pengguna tidak perlu membeli posel mahal berikut kartu SIM nya.

Sudah pasti, perang ini tidak seluruhnya menguntungkan masyarakat pengguna. Pada kenyataannya, tarif murah hanya berlaku pada pengguna dalam satu operator saja. Ketika menyeberang ke operator lain, tarif bisa membengkak hingga selangit. Perbedaan realitasnya bisa 100 persen dari tarif dasar.

“Dengan adanya perang tarif seluler, sebenarnya sangat menguntungkan. Tetapi, semua promo yang ditawarkan oleh semua operator telepon seluler tidak sesuai dengan apa yang di iklankan,” tegas Azrul selaku salah satu pengguna jasa seluler.

Perbedaan tarif antar operator telepon seluler dinilai cenderung memberatkan masyarakat. Rata-rata Pengguna telepon seluler merasa enggan menghubungi telepon lain jika mengetahui berbeda operator. Persoalan itu secepatnya harus diberikan solusi yang tepat, agar para pengguna jasa telepon seluler dapat berkomunikasi dengan hemat biaya pulsa.

Pria 22 tahun ini juga mengatakan, ”meskipun tarif murah hanya berlaku dalam satu operator saja, dia merasa cukup puas, karena dengan adanya perang tarif antar operator telepon seluler ini, harga kartu perdana menjadi sangat murah hingga mencapai sekitar Rp.2000,”. sehingga dari kalangan menengah kebawah juga bisa menjangkaunya”.

Bapak Rahman pemilik Counter Pulsa Kharisma yang bertempat di JL. Bendul merisi menuturkan bahwa, “Dengan adanya perang tarif antar operator seluler ini, dia akan berusaha memberikan harga lebih murah daripada counter pulsa yang lain.”

“Meskipun Saya tidak pernah membuktikan realitas perang tarif antar operator telepon seluler, apabila distributor / merchant di WTC (Word Trade Center) menaikkan harga kulak, Saya akan memilih untuk lebih sedikit dalam hal mengambil keuntungan penjualan, hal ini semata-mata untuk mempertahankan customer”, Imbuhnya. (Naskah / Foto : Krisna Fajar P.)

Gulai Kacang Ijo Maryam

Kacang ijo merupakan salah satu kacang-kacangan yang paling sering dikombinasikan dengan semua masakan yang nikmat dan biasa disantap oleh semua kalangan. Meskipun bentuknya kecil, dan berwarna hijau kekuning-kuningan, kacang ijo juga bisa dikreasikan layaknya makanan lain.

Salah satunya warung milik Nur Azizah (27). Warung kaki lima yang mangkal di daerah ampel ini menyediakan hidangan kaca
ng ijo yang sangat unik yaitu gulai kacang ijo roti maryam. Menu unik berupa irisan daging sapi masak yang disuguhkan dengan siraman kuah gulai berisi kacang ijo dan lontong serta irisan roti maryam

Nur Azizah mulai membuka warung Gulai Kacang Ijonya semenjak 30 tahun lalu, atau tepatnya kisaran tahun 1977. “ Awalnya usaha ini turunan dari Mbah saya, dulu Mbah pakai pikulan buat njajakin gulainya “, terang Azizah. Soal warna dan naroma Gulai Kacang Ijo tak jauh berbeda dengan gulai pada umumnya. Hanya saja,. Azizah menambahkan Kacang Ijo dan bumbu khusus pada gulainya. Hmm... apa ya?

Keunikan lain dari Gulai Kacang Ijo ini juga terlihat dari penyajiannya yang khas. Pasalnya, ketika menyantapnya SobatMuda tidak terpaku memadukan dengan nasi atau lontong seperti biasanya. Kita dapat menyantap Gulai Kacang Ijo dengan sejumlah potongan Roti Maryam. “Hal itu dimaksudkan untuk menarik pengunjung agar lebih tertarik untuk singgah di warung kami“, ungkap wanita bertubuh subur ini.

Harga satu porsi Gulai Kacang Ijo milik Azizah ini terbilang cukup murah. Hanya dengan merogoh kocek 3000 rupiah, SobatMuda sudah dapat menyantap satu porsi Gulai Kacang Ijo racikan Azizah. Bila ditambah Roti Maryam, maka tak perlu khawatir, hanya menambah 1000 rupiah per potongan rotinya

Selama ini banyak pembeli yang percaya bahwa Gulai Kacang Ijo dapat menambah stamina. “Menunya lumayan, habis makan gulai ini, Saya tambah segar dan fit lagi“, ungkap Nur Hanafi (57), yang mengaku berlangganan Gulai Kacang Ijo sejak tahun 1997.

Warung gulai kacang ijo roti maryam milik azizah ini buka setiap hari, tepatnya seusai sholat subuh sampai sekitar pukul 10 malam. Tetapi lain halnya pada bulan puasa, sekitar jam 08 malam, dipastikan menu unik ini sudah habis diserbu pelanggan-pelanggan setianya. Berminat? (Naskah / Foto : Krisna Fajar P)


Sabtu, 06 Desember 2008

Jurnalis, Pahlawan Di Balik Layar

Koran, majalah, tabloid, televisi maupun media online merupakan pusat sumber informasi bagi masyarakat umum. Dengan adanya berbagai media massa tersebut, masyarakat yang awalnya tidak tahu akan suatu kejadian / informasi apapun, mereka dapat mengetahui dengan melihat / membaca media massa.

Semua isi dan tampilan dari media massa tersebut, tidak lepas dari peran seorang wartawan tulis, reporter, kameramen dan fotografer. Karena mereka adalah sosok pekerja lapangan yang tak kenal lelah. Semua risiko dan hambatan yang ditemui di lapangan, tidak membuat mereka gentar, justru mereka akan lebih terpacu untuk menerobos deadline yang diberikan redaktur mereka.

Pekerjaan yang sangat menyita waktu ini terkadang membuat sebagian wartawan jenuh da
n ingin berhenti untuk menggelutinya. Tetapi, berkat rasa solidaritas dan loyalitas dari sesama rekan seprofesinya, membuat pikiran untuk berhenti dari profesi sosial ini menghilang dari benak mereka.

Para Jurnalis yang sudah berkeluarga, juga terkadang rela meninggalkan keluarganya demi kepentingan perusahan PERS yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka. S
uasana liputan yang selalu baru dan beraneka ragam pada setiap harinya, dapat mengalahkan rasa penyesalan telah mengemban profesi sebagai Jurnalis.

Dalam mengemban tugas yang beresiko tinggi dengan segala konsekuensinya ini, masih banyak jurnalis yang kesejahteraannya masih dibawah standart gaji UMR. Tetapi mereka para Jurnalis, lebih mengetengahkan rasa sosial dan kepuasan batin dirinya masing-masing, dan karena itu pula, wartawan mendapat gelar atau sebutan sang Kuli Tinta. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Dok. & Trisnadi & Krisna Fajar P.)


Kamis, 19 Juni 2008

Legalitas Jamu Tradisional Di Jawa Timur

Obat Tradisional (OT) yang lebih dikenal dengan istilah Jamu, kembali mengalami masalah serius. Pasalnya jamu yang dikenal sebagai obat turun-temurun dari leluhur, ternyata oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab dijadikan lahan basah dalam mencari nafkah.

Razia gabungan antara Dinas Kesehatan (DINKES) Wilayah Jawa Timur dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) membuahkan hasil yang patut di acungi jempol, sebanyak 44 jamu tradisional berbahaya berhasil terjaring dari beberapa toko yang ada di Surabaya.

Drs Husin RM, Apt. Mkes, selaku Kepala Seksi Obat Tradisional dan Kosmetik Dinkes Provinsi Jatim menyatakan bahwa, “Nomor registrasi yang ada dalam kemasan jamu memang ada, tetapi setelah kami periksa, ternyata nomor registrasi tersebut palsu, dan isinya tidak sesuai dengan nomor registrasi kemasan jamu yang asli”,

Jamu palsu tersebut mempunyai efek yang buruk bagi seluruh struktur tubuh manusia. Disinyalir bahan-bahan dasar yang digunakan untuk meramu jamu palsu tersebut tidak semuanya mengandung ketentuan sebagaimana mestinya. Tidak meringankan penyakit yang diderita, malah bisa membahayakan jiwa yang mengkonsumsinya.

“Jamu asli apabila dikonsumsi sesuai dengan aturannya akan menjadi obat, tetapi apabila jamu palsu yang tidak jelas legalitasnya, hendak dikonsumsi akan menjadi racun untuk tubuh kita. Sebenarnya para pemalsu jamu yang kasusnya saya tangani, rata-rata mereka menambahkan bahan yang tidak sepatutnya untuk dikonsumsi manusia”, papar Pria yang dulunya bekerja sebagai jurnalis ini..

Jamu tradisional yang paling sering dijadikan praktek pemalsuan oleh berbagai oknum yang tidak bertanggung jawab diantaranya adalah, jamu kuat untuk pria dewasa, jamu pelangsing, jamu penyembuh rematik dan flu tulang, rapet wangi, serta obat kencing manis.

Menurut Husin, “Sebenarnya tidak ada jamu yang mempunyai indikasi untuk menyembuhkan penyakit. Karena itu, tanpa melihat isi terlebih dahulu, saya bisa tahu apakah jamu tradisional itu palsu atau tidak dengan melihat indikasi di balik bungkus produk jamu tersebut”.

“Selain melihat indikasi di balik bungkus jamu, metode lain untuk mengetahui legalitas jamu tersebut adalah melalui nomor registrasi yang juga tertera di belakang bungkus. Jadi, para pencinta jamu juga harus memperhatikan jamu yang akan di konsumsinya”, imbuhnya. (Naskah & Foto : Krisna Fajar P. )





Sepur Kelinci, Ketangkap Polisi

Ritual Konvoi keliling untuk merayakan kelulusan memang menjadi pemandangan tersendiri bagi sobat muda. Tetapi pada tahun ini, sobat muda dari SMAN 4 Surabaya menyuguhkan pemandangan yang cukup lucu dengan berkonvoi keliling Surabaya dengan menaiki kereta kelinci.

Perasaan bahagia, terpancar dari ekspresi sobat-sobat muda kita yang sedang merayakan kelulusannya. Saat melintas di depan DKS (Dewan Kesenian Surabaya), Unit Tim Speed dari kepolisian segera memberhentikan kereta kelinci yang sedang membawa sekumpulan sobat muda yang sedang merayakan kelulusan.

Menurut tim Speed, kereta kelinci ini, mengganggu kelancaran pengguna jalan yang lain, dan terlebih lagi membuat jalan menjadi macet total. Supir kereta kelinci tersebut diminta paksa untuk menurunkan sejumlah sobat muda yang sedang merayakan kelulusannya tersebut.

Menurut Bima salah satu siswa SMAN 4 Surabaya, “Sebenarnya kami ingin berkonvoi untuk merayakan kelulusan dengan cara kami yang mungkin agak konyol, tetapi semua itu batal karena kereta kelinci yang kami naiki keburu ketangkan sama pak polisi”.

Saat di temui tim liputan Krisnahome.blogspot.com sobat muda yang berbintang Libra ini mengatakan, “Padahal, kami dan teman-teman SMAN 4 yang lain sudah berkomitmen agar tidak berbuat anarkhi, tapi sayang Pak Polisi tidak merestui cara kami dalam merayakan ritual yang hanya satu kali dalam seumur hidup” .

“Kami merasa tidak membuat jalan menjadi macet, saat melintas di sejumlah ruas jalan justru masyarakat pengguna jalan yang melintas merasa terhibur dengan perayaan konvoi kelulusan ala anak-anak SMAN 4 Surabaya.” Imbuhnya. (Naskah & Foto : Krisna Fajar P.)





Konvoi Lulusan, Banjiri Jalan

Pengumuman hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) SMA, membuat para sobat muda yang sudah menempuhnya girang tak kepalang. Senin (16/06), segerombalan sobat muda baik dari SMA negeri maupun Swasta beramai-ramai konvoi keliling kota Surabaya guna merayakan kelulusannya.

Saat ditemui tim liputan krisnahome.blogspot.com, Nurul salah satu sobat muda dari SMA Mahardika Surabaya yang juga merayakan kelulusan dengan berkonvoi keliling mengatakan bahwa “Dia sangat senang karena lulus UAN, sebab mengingat UAN pada tahun ini cukup membuat hati sobat muda berdebar-debar.”

“Alhamdulillah mas, anak-anak Mahardika lulus 100 % dan tidak ada satu pun yang tidak lulus. Rencana kedepannya, saya mau melanjutkan kuliah, tapi masih nunggu hasil nilai kelulusannya,” ungkap gadis berambut panjang ini.

Konvoi keliling Surabaya untuk merayakan kelulusan memang sudah menjadi ciri khas yang sulit untuk di hilangkan. Sekitar 500 sobat muda yang merayakan kelulusannya, berkumpul ke SMA Komplek dan Balai Kota Surabaya. Di dua pusat konfoi tersebut, ribuan sobat muda yang merayakan kelulusannya membanjiri jalan untuk meluapkan kegembiraannya dengan tradisi mengecat jalan.

Menurut Kanit Patroli Polsek Genteng IPDA Suwarno, “Saya dari jam 09.00 mulai memantau anak-anak ini dari daerah PDAM sampai ke SMA komplek ini. Ribuan anak-anak muda ini saya lihat bukan dari SMA Negeri Komplek sendiri, melainkan dari SMA Swasta yang lain”.

“Anak-anak SMA Negeri Komplek, tidak mungkin berani untuk mengekspresikan kelulusannya konfoi di jalan, karena mereka memang tertib, tidak seperti anak-anak SMA lain yang membuat jalan menjadi macet total,” imbuhnya. (Naskah & Foto : Krisna Fajar P)