Selasa, 09 Desember 2008

Puzzle IQ Cerdaskan Masyarakat

Pada kesempatan kali ini tim liputan krisnahome.blogspot.com akan mengajak sobat muda untuk jalan-jalan menuju pameran Seni dan kerajinan yang bertajuk "Untuk Hidup Lebih Baik" di Gedung Merah Putih yang berada di komplek Balai Pemuda Surabaya. Berbagai karya seni dijual dan dipamerkan di beberapa stan yang berukuran 2x3 meter ini.
Dari berbagai macam karya seni yang di tampilkan, tim liputan krisnahome.blogspot.com, menemukan karya seni yang cukup unik, yaitu Puzzle IQ. Sobat muda mungkin tidak asing lagi dengan permainan puzzle. Puzzle merupakan salah satu permainan yang cukup menguras otak, karena dalam memainkan permainan yang biasanya berwujud persegi empat tersebut, sobat muda dituntut untuk membuat puzzle yang awalnya tersebar acak menjadi urut dan tertata.
Eko, Salah satu dari banyak seniman pahat yang memanfaatkan limbah kayu mebel untuk dijadikan suatu karya yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga sebagai karya seni yang cukup berperan dalam memacu pola pikir dan kreatifitas sobat muda. "Untuk membuat puzzle IQ ini, saya hanya butuh limbah kayu mebel saja, kemudian dengan sediki keahlian yang saya miliki, limbah mebel yang biasanya menjadi penghuni tempat sampah ini bisa saya sulap menjadi suatu karya seni dalam bentuk puzzle", kata Pria yang mendapat julukan Eko Puzzle saat masih duduk di bangku kuliah.
Pria lulusan IKIP Yogyakarta ini juga mengatakan bahwa, "Orang tua zaman sekarang, tidak mau memikirkan masa depan pendidikan anaknya, hal ini disebabkan, orang tua sudah merasa pendidikan anakanya bagus ketika berada di sekolah. Justru orang tua zaman sekarang malah bingung memikirkan mencari makan dan bagaimana bertahan hidup". "Padahal, dengan memajukan pendidikan anak, masalah apapun seperti, ekonomi, sosial, politik, semuanya bisa diatasi." papar Eko. Statement di atas merupakan awal mula mengapa Eko terinspirasi membuat puzzle IQ.
Puzzle pada umumnya berbentuk persegi empat, tetapi di Tangan Eko, Puzzle menjadi permainan yang cukup menarik, karena mempunyai beraneka macam bentuk dan ukuran. "Saya mempunyai beraneka macam bentuk dan ukuran puzzle, mulai dari bentuk buah durian, persegi panjang, dan berbentuk seperti ayunan."tegas Pria asal Surabaya ini.
Eko juga memberikan atrakasi dalam memainkan puzzlenya. Disamping untuk menarik perhatian para pengunjung, atraksi tersebut dimaksudkan untuk mengenalkan kebudayaan jawa khususnya, karena dalam memainkan atraksi puzzlenya, Eko sedikit-sedikit memberikan dongeng jawa, seperti Dongeng Arjuna dan Dewi Shinta.
Apabila sobat muda tertarik dengan puzzle IQ milik Eko, langsung saja datang ke pameran seni dan kerajinan di balai pemuda, karena pameran ini hanya buka pada 1-12 Desember saja. selain itu, Eko juga membuka galeri Puzzle di Rumahnya, tepatnya di Jl. Merpati No 7 Mojokerto. (Naskah / Foto : Krisna Fajar P.)

Senin, 08 Desember 2008

Ludruk Irama Budaya, Sepi Dari Kalangan Muda

Sobat muda mungkin masih merasa asing dengan kesenian masyarakat jawa yang bernama ludruk. Drama classic yang notabene merupakan kesenian jawa paling digemari pada masanya adalah, salah satu kesenian jawa tulen yang masih bertahan di tengah globalisasi budaya barat yang masuk ke Indonesia..

Di Surabaya khususnya masyarakat jawa, sedikitnya masih banyak yang menggandrungi ludruk. Salah satunya adalah Ludruk Irama Budaya yang berada di kawasan Jagir Wonokromo.

Meskipun tidak seramai sobat muda saat menonton bioskop, tetapi para pencinta ludruk yang konsisten dengan salah satu kesenian jawa ini terlihat larut akan skenario drama yang sedang dimainkan oleh para pemain ludruk.

Dengan hanya bermodal make up yang ala kadarnya, para pemain ludruk Irama Budaya mampu menghibur penggemar setianya. Mayoritas penggemar ludruk itu sendiri pun berasal dari kalangan usia lanjut.

Meskipun banyak bebagai budaya asing yang masuk ke Indonesia, kita sebagai pemuda Indonesia, wajib untuk tetap menjaga eksistensi budaya-budaya Indonesia agar tidak sedikitpun terkontaminasi oleh budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Wahyu Triatmojo.)

Meluncur Indah Di Udara Ala Bikers Bungkul

Taman bungkul adalah salah satu tempat nongkrong yang menjadi suatu icon tersendiri bagi masyarakat, tentunya warga Kota Surabaya dan sekitarnya. Pasalnya, sampai saat ini, taman yang terletak di JL. Raya Darmo ini dari pagi hingga malam, tak pernah surut dari keramaian pengunjung yang datang.

Selain sebagai tempat kumpul bersama keluarga, temen, ataupun pacar, taman yang awalnya hanya diketahui sebagai salah satu makam yang dapat dibilang sakral ini juga menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para sobat muda pencinta bikers BMX. Hampir setiap hari mereka tampil dan memberikan pertunjukan yang cukup menarik bagi semua pengunjung yang datang.

Fasilitas yang cukup sederhana dari pihak taman bungkul, membuat para bikers BMX menjadi semangat dalam unjuk kebolehan, hingga sehari-harinya mereka berlatih keras dan bersaing satu sama lain untuk membuat gaya indah yang lebih berbeda saat sedang meluncur di udara dari papan sederhana yang terbuat dari kayu triplek.

Komunitas bikers Bungkul pun satu persatu mulai bermunculan untuk ikut serta dalam meramaikan suasana taman yang menjadi salah satu icon kota Surabaya tersebut. Semangat yang ditunjukkan para bikers saat berlatih juga menjadi pemandangan yang cukup diminati para
pengunjung taman bungkul.

Dengan latihan rutin yang cukup keras, akhirnya masing-masing bikers berhasil mempunyai ciri khas gaya indah saat meluncur di udara. Gaya tersebut nantinya akan dipamerkan pada para pengunjung taman yang hendak melihat aksi keren mereka saat unjuk kebolehan.

Menurut pengamatan tim liputan Surabayamuda.com, ekspresi para pengunjung yang melihat aksi unjuk kebolehan dari para bikers BMX ini sangat variatif. Dari kalangan muda, mereka cukup enjoy dengan suguhan yang diberikan oleh para bikers BMX, sedangkan bagi kalangan yang berusia lanjut, rata-rata mereka agak takut dengan suguhan yang diberikan para bikers muda yang rata-rata masih SMA ini. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : M. Arief )

Pesona Indah Bendungan Selorejo

Bicara soal jalan-jalan, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak tempat wisata yang unik nan indah. Kali ini, tim liputan krisnahome.blogspot.com akan kembali mengajak sobat muda untuk berwisata menuju bendungan Selorejo yang berada di selatan provinsi Jawa Timur, tepatnya di daerah Kabupaten Malang. ]

Bendungan Selorejo merupakan bagian dari kecamatan Ngantang kabupaten Malang. Tempat wisata yang satu ini cukup indah dan menarik, disamping lokasinya cukup dekat yaitu di daerah malang, rute perjalanan menuju Bendungan Selorejo pun juga sangat menegangkan, pasalnya sobat muda harus melewati jalan panjang yang berliuk-liuk, hingga dapat membuat sobat muda mabuk darat.

Sisi menarik lainnya dari bendungan Selorejo adalah keunikan cuaca, pasalnya walaupun cuaca sedang panas, lokasi wisata ini tetap mendung dan udara khas kota malang yang dingin menusuk tulang menjadi pesona tersendiri untuk membuat para pengunjungnya merasa berat hati untuk meninggalkan bendungan Selorejo.

Disamping itu, apabila sobat muda datang bersama rombongan keluarga, sobat muda dan rombongan juga bisa menikmati indahnya bendungan yang
menjadi salah satu tempat wisata andalan kota Malang ini dengan menyusuri semua lokasi bendungan menggunakan perahu khas warga desa Selorejo. Hanya dengan tarif Rp.40000, sobat muda dan rombongan dapat menyusuri semua lokasi bendungan tanpa terkecuali.

Selain menyusuri semua lokasi bendungan dengan perahu, sobat muda juga jangan pernah melewatkan makanan khas bendungan Selorejo yaitu wader goreng sambal. Makanan ini merupakan gabungan dari komposisi, ikan wader (bader) yang masih kecil, digoreng kering lalu disiram dengan bumbu sambal terasi khas desa Selorejo. “Pokoknya, dijamin mak nyuzz”. (Naskah / Foto : Krisna Fajar P.)

Perang Tarif Seluler Tidak Sesuai Faktanya

Perang tarif antar operator telepon seluler kian merebak, untuk menarik perhatian para pengguna jasa telekomunikasi tersebut, masing-masing operator telepon seluler memberikan iming-iming tarif murah dengan segala fasilitas dan sarana yang lebih memadai. Dimulai dengan janji memberikan gratis pesan singkat (SMS), sampai percakapan murah ke seluruh Nusantara, atau bebas roaming.

Service dan Fiture baru yang ditawarkan operator seluler juga menjadi salah satu strategi brilian untuk memikat para calon pengguna jasa selulernya. Bahkan tak heran apabila terdapat banyak baliho iklan promo tarif seluler yang berderet di sepanjang ruas jalan-jalan di pusat Kota.

Promo terbaru dari para operator telepon seluler yakni, mereka menggunakan sistem paket kartu SIM dengan ponsel tentunya dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan harga ponsel di pasaran. Jadi para pengguna tidak perlu membeli posel mahal berikut kartu SIM nya.

Sudah pasti, perang ini tidak seluruhnya menguntungkan masyarakat pengguna. Pada kenyataannya, tarif murah hanya berlaku pada pengguna dalam satu operator saja. Ketika menyeberang ke operator lain, tarif bisa membengkak hingga selangit. Perbedaan realitasnya bisa 100 persen dari tarif dasar.

“Dengan adanya perang tarif seluler, sebenarnya sangat menguntungkan. Tetapi, semua promo yang ditawarkan oleh semua operator telepon seluler tidak sesuai dengan apa yang di iklankan,” tegas Azrul selaku salah satu pengguna jasa seluler.

Perbedaan tarif antar operator telepon seluler dinilai cenderung memberatkan masyarakat. Rata-rata Pengguna telepon seluler merasa enggan menghubungi telepon lain jika mengetahui berbeda operator. Persoalan itu secepatnya harus diberikan solusi yang tepat, agar para pengguna jasa telepon seluler dapat berkomunikasi dengan hemat biaya pulsa.

Pria 22 tahun ini juga mengatakan, ”meskipun tarif murah hanya berlaku dalam satu operator saja, dia merasa cukup puas, karena dengan adanya perang tarif antar operator telepon seluler ini, harga kartu perdana menjadi sangat murah hingga mencapai sekitar Rp.2000,”. sehingga dari kalangan menengah kebawah juga bisa menjangkaunya”.

Bapak Rahman pemilik Counter Pulsa Kharisma yang bertempat di JL. Bendul merisi menuturkan bahwa, “Dengan adanya perang tarif antar operator seluler ini, dia akan berusaha memberikan harga lebih murah daripada counter pulsa yang lain.”

“Meskipun Saya tidak pernah membuktikan realitas perang tarif antar operator telepon seluler, apabila distributor / merchant di WTC (Word Trade Center) menaikkan harga kulak, Saya akan memilih untuk lebih sedikit dalam hal mengambil keuntungan penjualan, hal ini semata-mata untuk mempertahankan customer”, Imbuhnya. (Naskah / Foto : Krisna Fajar P.)

Gulai Kacang Ijo Maryam

Kacang ijo merupakan salah satu kacang-kacangan yang paling sering dikombinasikan dengan semua masakan yang nikmat dan biasa disantap oleh semua kalangan. Meskipun bentuknya kecil, dan berwarna hijau kekuning-kuningan, kacang ijo juga bisa dikreasikan layaknya makanan lain.

Salah satunya warung milik Nur Azizah (27). Warung kaki lima yang mangkal di daerah ampel ini menyediakan hidangan kaca
ng ijo yang sangat unik yaitu gulai kacang ijo roti maryam. Menu unik berupa irisan daging sapi masak yang disuguhkan dengan siraman kuah gulai berisi kacang ijo dan lontong serta irisan roti maryam

Nur Azizah mulai membuka warung Gulai Kacang Ijonya semenjak 30 tahun lalu, atau tepatnya kisaran tahun 1977. “ Awalnya usaha ini turunan dari Mbah saya, dulu Mbah pakai pikulan buat njajakin gulainya “, terang Azizah. Soal warna dan naroma Gulai Kacang Ijo tak jauh berbeda dengan gulai pada umumnya. Hanya saja,. Azizah menambahkan Kacang Ijo dan bumbu khusus pada gulainya. Hmm... apa ya?

Keunikan lain dari Gulai Kacang Ijo ini juga terlihat dari penyajiannya yang khas. Pasalnya, ketika menyantapnya SobatMuda tidak terpaku memadukan dengan nasi atau lontong seperti biasanya. Kita dapat menyantap Gulai Kacang Ijo dengan sejumlah potongan Roti Maryam. “Hal itu dimaksudkan untuk menarik pengunjung agar lebih tertarik untuk singgah di warung kami“, ungkap wanita bertubuh subur ini.

Harga satu porsi Gulai Kacang Ijo milik Azizah ini terbilang cukup murah. Hanya dengan merogoh kocek 3000 rupiah, SobatMuda sudah dapat menyantap satu porsi Gulai Kacang Ijo racikan Azizah. Bila ditambah Roti Maryam, maka tak perlu khawatir, hanya menambah 1000 rupiah per potongan rotinya

Selama ini banyak pembeli yang percaya bahwa Gulai Kacang Ijo dapat menambah stamina. “Menunya lumayan, habis makan gulai ini, Saya tambah segar dan fit lagi“, ungkap Nur Hanafi (57), yang mengaku berlangganan Gulai Kacang Ijo sejak tahun 1997.

Warung gulai kacang ijo roti maryam milik azizah ini buka setiap hari, tepatnya seusai sholat subuh sampai sekitar pukul 10 malam. Tetapi lain halnya pada bulan puasa, sekitar jam 08 malam, dipastikan menu unik ini sudah habis diserbu pelanggan-pelanggan setianya. Berminat? (Naskah / Foto : Krisna Fajar P)


Sabtu, 06 Desember 2008

Jurnalis, Pahlawan Di Balik Layar

Koran, majalah, tabloid, televisi maupun media online merupakan pusat sumber informasi bagi masyarakat umum. Dengan adanya berbagai media massa tersebut, masyarakat yang awalnya tidak tahu akan suatu kejadian / informasi apapun, mereka dapat mengetahui dengan melihat / membaca media massa.

Semua isi dan tampilan dari media massa tersebut, tidak lepas dari peran seorang wartawan tulis, reporter, kameramen dan fotografer. Karena mereka adalah sosok pekerja lapangan yang tak kenal lelah. Semua risiko dan hambatan yang ditemui di lapangan, tidak membuat mereka gentar, justru mereka akan lebih terpacu untuk menerobos deadline yang diberikan redaktur mereka.

Pekerjaan yang sangat menyita waktu ini terkadang membuat sebagian wartawan jenuh da
n ingin berhenti untuk menggelutinya. Tetapi, berkat rasa solidaritas dan loyalitas dari sesama rekan seprofesinya, membuat pikiran untuk berhenti dari profesi sosial ini menghilang dari benak mereka.

Para Jurnalis yang sudah berkeluarga, juga terkadang rela meninggalkan keluarganya demi kepentingan perusahan PERS yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka. S
uasana liputan yang selalu baru dan beraneka ragam pada setiap harinya, dapat mengalahkan rasa penyesalan telah mengemban profesi sebagai Jurnalis.

Dalam mengemban tugas yang beresiko tinggi dengan segala konsekuensinya ini, masih banyak jurnalis yang kesejahteraannya masih dibawah standart gaji UMR. Tetapi mereka para Jurnalis, lebih mengetengahkan rasa sosial dan kepuasan batin dirinya masing-masing, dan karena itu pula, wartawan mendapat gelar atau sebutan sang Kuli Tinta. (Naskah : Krisna Fajar P. / Foto : Dok. & Trisnadi & Krisna Fajar P.)